Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Adarasa Asal Salatiga Tembus Pasar Global, Ekspor Bubuk Ube hingga Kejutkan Amerika Serikat

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Suara Daerah
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Adarasa Asal Salatiga Tembus Pasar Global, Ekspor Bubuk Ube hingga Kejutkan Amerika Serikat
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Perusahan ini aktif mengekspor berbagai produk berbasis bahan alami, termasuk gula kelapa , rempah-rempah, dan bahan minuman inovatif seperti bubuk ubi ungu (ube) .
  • Berawal dari produksi permen asam rumahan yang diambil alih oleh Eunike Rusmiati dan suaminya, Edy Hasan , pada 1996, Adarasa secara sistematis menggarap peluang pasar internasional sejak 2007.
  • Negara pertama yang dimasuki adalah Belanda melalui ekspor gula kelapa.

PT Adarasa Putra Jaya, produsen makanan dan minuman olahan tradisional asal Salatiga, Jawa Tengah, berhasil membuktikan kapasitasnya di kancah internasional dengan memperluas jangkauan pasar hingga ke Belanda, Swiss, Vietnam, dan Amerika Serikat. Perusahan ini aktif mengekspor berbagai produk berbasis bahan alami, termasuk gula kelapa, rempah-rempah, dan bahan minuman inovatif seperti bubuk ubi ungu (ube). Keberhasilan ini menandai transformasi usaha rumahan yang telah berusia sekitar 50 tahun menjadi pemain ekspor yang kompetitif, dengan komitmen kuat terhadap kualitas bahan baku lokal yang dijaga melalui kemitraan dengan ratusan petani.

Berawal dari produksi permen asam rumahan yang diambil alih oleh Eunike Rusmiati dan suaminya, Edy Hasan, pada 1996, Adarasa secara sistematis menggarap peluang pasar internasional sejak 2007. Negara pertama yang dimasuki adalah Belanda melalui ekspor gula kelapa. Untuk menjaga standar kualitas, perusahaan memilih mengolah bahan baku secara mandiri dan membina sekitar 120 petani agar pasokan tetap konsisten dan sesuai spesifikasi pembeli asing.

Ekspansi Pasar Amerika Serikat dan Dukungan Likuiditas Ekspor

Titik balik penting terjadi pada 2020 ketika Adarasa mulai memasok bubuk ube ke Amerika Serikat, membuktikan kemampuan perusahaan dalam membaca tren dan memenuhi spesifikasi teknis pasar global. Dalam proses ekspansi ini, Bank Central Asia (BCA) berperan strategis melalui fasilitas kredit ekspor. Fasilitas ini menjadi kunci operasional, di mana perusahaan dapat membeli bahan baku dari petani secara tunai tanpa harus menunggu pembayaran dari pembeli luar negeri yang biasanya memiliki siklus pencairan lebih lama. "Dengan adanya fasilitas ini, kami bisa tetap memenuhi kebutuhan bahan baku dan menjaga produksi berjalan lancar tanpa harus menunggu pembayaran dari pembeli," ujar Eunike Rusmiati, Komisaris Adarasa.

Kolaborasi dengan BCA juga mencakup modernisasi produksi, di mana proses pengemasan sachet yang dulunya manual kini dimotorisasi untuk meningkatkan efisiensi. Sejak 2023, Adarasa turut diikutsertakan dalam program BCA UMKM Go Export. Inisiatif di bawah payung Bakti BCA ini memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari penguatan legalitas, sertifikasi standar internasional, hingga akses ke jaringan pembeli global melalui acara business matching dan pameran perdagangan internasional.

Peran Strategis UMKM dalam Pertumbuhan Kredit Produktif Nasional

Dukungan terhadap entitas seperti Adarasa sejalan dengan komitmen BCA dalam memperkuat sektor produktif nasional. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menyoroti pentingnya peran UMKM dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Data perbankan menunjukkan penyaluran kredit UKM BCA mencapai Rp149,2 triliun per September 2026, tumbuh signifikan sebesar 15,4% secara tahunan (YoY). Angka ini merupakan komponen dari total kredit produktif BCA yang telah tembus Rp831 triliun, naik 17,2% YoY.

Kasus Adarasa ilustrasi konkret bagaimana sinergi antara kesiapan UMKM dan instrumen perbankan dapat membuka gerbang ekonomi global. "Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," tutup Hera. Keberhasilan Adarasa menembus pasar AS dengan produk khas seperti bubuk ube menjadi sinyal positif bagi potensi komoditas olahan pangan Indonesia untuk lebih kompetitif di panggung dunia.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ