IHSG Menguat 0,32% ke 4.919,77 di Tengah Bayang-Bayang Kasus Penyadapan Presiden
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona hijau dengan penguatan 0,32% atau 15,48 poin ke level 4.919,77 .
- Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, di mana indeks sempat tertekan di awal sesi ke kisaran 4.826 sebelum mencetak tren positif menjelang penutupan.
- Penguatan signifikan terlihat pada sektor financials yang naik 1,15%, didorong performa gemilang saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona hijau dengan penguatan 0,32% atau 15,48 poin ke level 4.919,77. Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, di mana indeks sempat tertekan di awal sesi ke kisaran 4.826 sebelum mencetak tren positif menjelang penutupan. Penguatan signifikan terlihat pada sektor financials yang naik 1,15%, didorong performa gemilang saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menjadi penggerak utama indeks.
Sentimen Dalam Negeri: Bayang-Bayang Kasus Penyadapan
Di balik kenaikan indeks, pasar keuangan Indonesia masih sangat sensitif terhadap faktor internal, terutama kekhawatiran terkait kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menetapkan tiga perwira tinggi Polri sebagai tersangka, termasuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Ahrie Sonta Nasution, dalam kasus dugaan tindak pidana penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik. Sentimen keamanan dan risiko politik ini menjadi perhatian utama investor yang khawatir akan dampaknya terhadap iklim investasi domestik.
Perspektif Global & Kebijakan Makroekonomi
Pelaku pasar juga mencermati berbagai sentimen global yang turut memengaruhi volatilitas, di antaranya hasil pemilu sela Amerika Serikat yang mengancam kendali Partai Republik atas Kongres, serta lonjakan lowongan kerja AS menjadi 7,523 juta pada September 2026. Secara domestik, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai stabilitas sistem keuangan terjaga meski menghadapi tekanan likuiditas. KSSK mencatat realisasi pendapatan negara hingga September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan tetap positif di kisaran 5,4-5,5%, ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan aliran modal asing bersih sebesar US$13,23 miliar.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

PGEO Targetkan Free Float 12,5% di 2027, Niatkan Buyback untuk Jaga Likuiditas

PGE Evaluasi Keekonomian 14 Wilayah Kerja Panas Bumi Lelang Kementerian ESDM

Asuransi Mobil Listrik Diwaspadai Klaim Total Loss: Biaya Perbaikan Baterai Melonjak, Premi Harus Ditingkatkan
