IHSG Balik Menguat: Respons Positif Pasar atas Raihan Partai Demokrat di Pemilu Midterm AS
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore berhasil berbalik arah ke zona hijau, ditutup menguat 15,48 poin atau 0,32 persen ke posisi 4.919,77.
- Penguatan ini sejalan dengan respons positif investor global terhadap hasil pemilihan umum (pemilu) midterm Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Partai Demokrat .
- Dalam sesi perdagangan, indeks LQ45 turut menguat 3,97 poin atau 0,80 persen ke 501,24.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore berhasil berbalik arah ke zona hijau, ditutup menguat 15,48 poin atau 0,32 persen ke posisi 4.919,77. Penguatan ini sejalan dengan respons positif investor global terhadap hasil pemilihan umum (pemilu) midterm Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Partai Demokrat. Sebelumnya, pasar sempat diliputi sentimen risk-off karena kehati-hatian para pemain global yang menunggu kepastian hasil pemilu yang berpotensi mengubah dinamika berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga utilitas.
Dalam sesi perdagangan, indeks LQ45 turut menguat 3,97 poin atau 0,80 persen ke 501,24. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,22 juta kali transaksi dengan nilai transaksi Rp25,97 triliun. Meskipun IHSG ditutup positif, rupiah dalam negeri justru ditutup melemah 0,04 persen di level Rp18.168 per dolar AS, sementara harga emas menguat lebih dari 2 persen di atas level 4.000 dolar AS.
Sentimen Global dan Dominasi Sektoral di Dalam Negeri
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa penguatan pasar didorong oleh harapan perubahan kebijakan fiskal, perdagangan internasional, suku bunga, serta hubungan geopolitik pasca kemenangan Partai Demokrat yang menguasai kendali penuh atas dua majelis tertinggi di Kongres AS, yaitu DPR dan Senat. "Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS direspons positif oleh investor, karena harapan akan adanya perubahan terhadap ekonomi global," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta. Dari sisi sektoral, dua sektor teraktif menguat dipimpin sektor keuangan naik 0,39 persen dan barang konsumen primer naik 0,32 persen, sementara sektor industri turun paling dalam sebesar 1,36 persen.
Secara pergerakan individual, saham-saham seperti BOBA, MKNT, AIMS, TMPO, dan YUPI mencatatkan penguatan terbesar. Sebaliknya, MGLV, LMAX, LUCY, WGSH, dan NINE mengalami koreksi signifikan. Di kawasan Asia, IHSG menjadi anomali di tengah dominasi bursa yang bervariasi; Indeks Nikkei melemah 1,41 persen, sementara Indeks Kospi, Shanghai, dan Hang Seng justru menguat signifikan.
Proyeksi Sideways dan Dampak Kebijakan Fiskal
Menyikapi pergerakan pasar yang fluktuatif ini, analis memprediksi IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 4.800-5.000 dalam perdagangan Kamis (5/11/2026). Pasar kemungkinan akan mencermati bagaimana transisi kepemimpinan di Kongres AS ini diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang berdampak pada nilai tukar dan arus modal internasional.
Kedepannya, investor diharapkan tetap mewaspadai volatilitas pasar yang dipengaruhi oleh sentimen pemilu AS dan pelemahan dolar AS yang menopang harga komoditas. Bagi emiten dalam negeri, dominasi Partai Demokrat di Senat dan DPR bisa membuka peluang baru dalam hal negosiasi perdagangan internasional dan stabilitas geopolitik yang pada akhirnya mendukung iklim investasi jangka panjang di Indonesia.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

CEO Bank JTrust Ritsuo Fukadai Undur Diri usai Tujuh Tahun Memimpin

Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Tiga Lapangan Minyak Aljazair, Perkuat Strategi 'Bring the Barrel Home'

Lega! IHSG Berhasil Berbalik Menguat Tipis di Tengah Tekanan Korosi Tahunan 43%
