Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PGEO Targetkan Free Float 12,5% di 2027, Niatkan Buyback untuk Jaga Likuiditas

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PGEO Targetkan Free Float 12,5% di 2027, Niatkan Buyback untuk Jaga Likuiditas
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • (PGEO) menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan pembelian kembali atau buyback saham guna menjaga dan meningkatkan porsi saham beredar di publik atau free float .
  • Langkah ini diambil perseroan sebagai strategi utama untuk memenuhi ketentuan regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus memaksimalkan likuiditas perdagangan di pasar modal.
  • Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat , mengungkapkan dalam media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, bahwa saat ini rasio free float PGEO masih berada di kisaran 11,2% .

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan pembelian kembali atau buyback saham guna menjaga dan meningkatkan porsi saham beredar di publik atau free float. Langkah ini diambil perseroan sebagai strategi utama untuk memenuhi ketentuan regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus memaksimalkan likuiditas perdagangan di pasar modal. Dengan memutuskan menunda aksi korporasi yang berpotensi mengurangi jumlah saham beredar, PGEO mempertebal kepercayaan investor, terutama dari institusi asing yang kian menaruh perhatian pada fundamental sektor panas bumi di Indonesia.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengungkapkan dalam media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, bahwa saat ini rasio free float PGEO masih berada di kisaran 11,2%. Perseroan kini memacu seluruh instrumen internal untuk mempercepat capaian target 12,5% pada Maret 2027 dan 15% di tahun 2028. Penyesuaian struktur kepemilikan ini dinilai krusial, mengingat minat investor institusi asing terhadap PGEO terus menunjukkan tren kenaikan signifikan, sebuah sinyal positif yang menegaskan optimisme pasar global terhadap prospek Indonesia di tengah berbagai dinamika makroekonomi, termasuk penyesuaian oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pilihan Alternatif Opsi Peningkatan Free Float

Pasangan keputusan untuk mengesampingkan buyback mendorong PGEO untuk memetakan beberapa alternatif penerbitan dan distribusi saham. Dalam kajian yang telah diselesaikan dan kini menunggu persetujuan internal, terdapat dua skenario strategis yang dipertimbangkan untuk menggenjot porsi saham publik:

  • Divestasi saham oleh pemegang saham eksisting, yang akan melibatkan pelepasan sebagian porsi dari pihak dalam (internal group) ke publik.
  • Penerbitan saham baru melalui rights issue, yang memungkinkan investor lama dan publik untuk menambah porsi kepemilikan sekaligus merekrut pemegang saham baru.

Kedua opsi tersebut memiliki mekanisme dan tahapan eksekusi yang berbeda. Fransetya menjelaskan bahwa setiap jalur harus melewati pertimbangan ketat guna menjaga keseimbangan antara ekspansi basis investor dan stabilitas struktur permodalan perusahaan.

Penyelarasan Prudensial dengan Grup Pertamina

Sebagai entitas subholding di bawah naungan PT Pertamina (Persero), proses pengambilan keputusan atas skema peningkatan free float ini tidak hanya melibatkan manajemen PGEO, melainkan juga harus mendapatkan validasi di tingkat holding. "Untuk divestasi juga kan tidak mudah, semuanya harus prudent," tegas Fransetya, menekankan bahwa setiap keputusan finansial harus tetap memprioritaskan kesehatan fundamental dan kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Proses internal approval yang sedang berjalan saat ini harus melalui berbagai tahapan persetujuan di subholding sebelum akhirnya bisa diakselerasi ke tahap eksekusi pasar, yang direncanakan rampung sebelum batas waktu regulasi free float 12,5% jatuh tempo pada kuartal pertama 2027.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ