Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PGE Evaluasi Keekonomian 14 Wilayah Kerja Panas Bumi Lelang Kementerian ESDM

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PGE Evaluasi Keekonomian 14 Wilayah Kerja Panas Bumi Lelang Kementerian ESDM
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • (PGEO) menegaskan sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap peluang partisipasi dalam lelang 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang baru dibuka oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
  • Keputusan strategis ini diambil setelah mempertimbangkan kesesuaian wilayah kerja dengan roadmap pertumbuhan perusahaan serta potensi keekonomian proyek.
  • Langkah ini mencerminkan respons cepat emiten panas bumi milik negara terhadap pembukaan akses baru untuk investasi energi terbarukan di dalam negeri.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menegaskan sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap peluang partisipasi dalam lelang 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang baru dibuka oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keputusan strategis ini diambil setelah mempertimbangkan kesesuaian wilayah kerja dengan roadmap pertumbuhan perusahaan serta potensi keekonomian proyek. Langkah ini mencerminkan respons cepat emiten panas bumi milik negara terhadap pembukaan akses baru untuk investasi energi terbarukan di dalam negeri.

Dirut sekaligus Direktur Eksplorasi PGE, Edwil Suzandi, menyatakan bahwa perseroan terbuka lebar terhadap setiap peluang pengembangan bisnis panas bumi. Evaluasi dilakukan dengan ketat menggunakan dua parameter utama: acceptability dan accessibility. Dari sisi aksesibilitas, Edwil menilai tidak ada kendala signifikan karena PGE telah beroperasi lama di Indonesia dan memahami ekosistem regulasi yang berlaku. Namun, fokus utama penilaian ada pada kesesuaian sumber daya (resource) dan lokasi wilayah kerja dengan strategi perusahaan. "Apabila sesuai dengan strategi yang ada, kita akan ikut," ujar Edwil dalam media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).

Strategi Organik dan Anorganik Jadi Fondasi Ekspansi

Strategi pertumbuhan PGE didorong oleh dua jalur utama, yaitu pertumbuhan organik dan anorganik. Pertumbuhan organik difokuskan pada optimalisasi aset panas bumi yang sudah dimiliki, sementara pertumbuhan anorganik dicapai melalui penambahan aset baru, baik lewat lelang maupun aksi korporasi seperti merger dan akuisisi. Pengalaman PGE dalam memenangkan lelang WKP Way Ratai di Lampung menjadi bekal penting dalam proses seleksi kali ini. Saat ini, tim PGE masih dalam tahap evaluasi sehingga belum dapat merinci wilayah mana saja yang menjadi target incaran. Prinsipnya, selama memenuhi kriteria keekonomian dan memiliki potensi sumber daya yang memadai, PGE akan mempertimbangkan masuk ke wilayah tersebut, tidak terbatas pada dalam maupun luar negeri.

Dukung Target Bauran EBT 732 MW Melalui Perbaikan Regulasi

Lelang 14 lokasi ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Kementerian ESDM untuk mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 732 MW. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM untuk menyederhanakan dan mempersingkat proses perizinan di sektor panas bumi guna meningkatkan daya tarik investasi. "Ini arahan Pak Menteri untuk mempersingkat regulasi izin panas bumi dan kita membuka lelang sebanyak 14 lokasi... Target 732 MW," jelas Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi dalam acara The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di Jiexpo, Rabu (2/9/2026). Perbaikan regulasi ini diharapkan dapat memberikan margin yang lebih kompetitif bagi para pengembang, sehingga mendorong lonjakan minat investasi dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan potensi panas bumi yang melimpah.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ