Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Kalteng, 4 Kru Dievakuasi dari Perairan
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Helikopter Mi-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dilaporkan mengalami kecelakaan atau crash saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah pada Rabu (4/11).
- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas , membenarkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa proses penanganan sedang berlangsung di lokasi kejadian.
- "Betul (peristiwa terjadi saat sedang bertugas untuk memadamkan karhutla)," ujar Nas saat dikonfirmasi media.
Helikopter Mi-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dilaporkan mengalami kecelakaan atau crash saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah pada Rabu (4/11). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, membenarkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa proses penanganan sedang berlangsung di lokasi kejadian. "Betul (peristiwa terjadi saat sedang bertugas untuk memadamkan karhutla)," ujar Nas saat dikonfirmasi media.
Insiden terjadi di kawasan yang berdekatan dengan Taman Nasional Tanjung Puting. Menurut data awal, helikopter tersebut membawa total delapan orang personel. Meskipun Nas belum merinci jumlah pasti korban jiwa, ia meminta publik untuk menunggu informasi resmi selanjutnya sambil mendoakan keselamatan para personel yang sedang bertugas.
Kronologi Evakuasi dan Ditemukannya Reruntuhan
Detil lokasi kejadian menunjukkan helikopter Mi-17 ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan pesisir Pantai Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, tepatnya sekitar Resor Sungai Perlu. Kasi Penmas Polda Kalteng, Ipda Supriyanto, membenarkan kejadian ini dan mengonfirmasi adanya proses evakuasi. Laporan di lapangan menyebutkan bahwa helikopter Kementerian Kehutanan dengan kode registrasi PK-DAP yang sedang menjalankan operasi water bombing menjadi unit pertama yang merespons.
Proses penyelamatan berlangsung cepat setelah kru PK-DAP menerima sinyal darurat melalui radio dari helikopter Bell 412 Penerbad. Tim di udara tersebut segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengevakuasi empat orang kru dari laut menggunakan bucket (keranjang evakuasi) menuju daratan. Informasi ini kemudian diteruskan ke tim darat di Kuala Pembuang untuk koordinasi dengan satuan tugas terkait.
Penanganan Medis dan Lanjutan Operasi Pencarian
Setibanya di daratan, keempat kru yang dievakuasi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, helikopter Bell 412 Penerbad turut serta dalam proses pemindahan korban menuju Bandara Kuala Pembuang. Kondisi ini menandai fase kritis dari operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang masih terus berjalan.
Helikopter PK-DAP dilaporkan kembali melanjutkan penerbangannya menuju lokasi kejadian untuk membantu evakuasi kru Mi-17 lainnya yang masih tersisa. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para personel TNI AD saat menjalankan misi kemanusiaan dan penanganan bencana lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Kalteng, Satu Prajurit Ditemukan Tewas

Pramono Lantik 3.418 PNS DKI, Imbau ASN Bijak Bermedsos dan Jaga Profesionalisme

Menteri HAM Natalius Pigai Soroti Penyadapan Ilegal, Dugaan Makar dan Ancaman Serius Hak Privasi
