Helikopter TNI AD Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Kalteng, Satu Prajurit Ditemukan Tewas
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Brigjen TNI Donny Pramono , Kepala Dinas Penerangan AD (Dispenad), mengungkapkan bahwa proses evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan TNI AD melalui jalur udara dan laut setelah insiden terjadi.
- "Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang ," jelas Donny dalam siaran pers resmi yang diterima pada Rabu sore.
- Kondisi ini menandai tahap awal dari respons darurat militer yang terkoordinasi untuk menangani jatuhnya pesawat taktis tersebut di daerah perairan.
Sebuah kecelakaan penerbangan serius terjadi di wilayah Kalimantan Tengah ketika helikopter MI 17V5 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) jatuh saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (4/11). Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.18 WIB itu berujung pada hilangnya nyawa salah satu anggota kru, sebuah tragedi yang menggarisbawahi risiko tinggi yang dihadapi para prajurit TNI dalam upaya penyelamatan ekosistem gambut dan lahan di Indonesia.
Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan AD (Dispenad), mengungkapkan bahwa proses evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan TNI AD melalui jalur udara dan laut setelah insiden terjadi. "Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang," jelas Donny dalam siaran pers resmi yang diterima pada Rabu sore. Kondisi ini menandai tahap awal dari respons darurat militer yang terkoordinasi untuk menangani jatuhnya pesawat taktis tersebut di daerah perairan.
Kronologi Kejatuhan dan Status Evakuasi Kru
Secara spesifik, helikopter tersebut jatuh saat melakukan manuver pengambilan air laut untuk teknik water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Sebelum insiden, pesawat itu lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang untuk misi pemadaman di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Dari total delapan personel yang mengawaki helikopter, lima orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Kuala Pembuang yang sama. Sementara itu, dua kru lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi yang intensif oleh tim SAR gabungan.
- Korban jiwa: Satu kru ditemukan meninggal dunia.
- Selamat: Lima kru menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.
- Proses: Dua kru masih dalam tahap evakuasi.
Proses Penyelidikan dan Imbas Operasional Pemadaman Karhutla
Dari sisi investigasi, pihak TNI AD menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam. "Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," tambah Donny, mengindikasikan bahwa analisis teknis dan forensik akan dilakukan untuk menentukan faktor keselamatan atau operasional yang mungkin terjadi. Tragedi ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga para korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang kelangsungan operasi pemadaman di TNTP, mengingat helikopter ini merupakan aset strategis dalam memerangi kebakaran lahan yang sulit dijangkau oleh tim darat. Respons cepat melalui jalur laut dan udara menunjukkan komitmen negara untuk memastikan keselamatan kru, sekaligus tetap menjaga prioritas penanganan darurat kebakaran hutan yang mengancam keanekaragaman hayati di salah satu cagar alam terpenting di Kalimantan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Searah Raih Gas Perdana di Lapangan Maha, Kunci Strategis Ketahanan Energi Nasional

Searah Ketapang Perkuat Pasokan Gas Jatim, Target Kapasitas Puncak 50 MMSCFD

BBTNBBS Tegaskan Zero Tolerance: 40.000 Hektare Lahan di TNBBS Rusak Akibat Perambahan Kopi
