Heli Mi-17 Penerbad Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Kalteng, 4 Kru Dievakuasi
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Helikopter Mi-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan pesisir Pantai Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
- Insiden ini terjadi pada Rabu (4/11/2026) saat helikopter tersebut tengah menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas , membenarkan insiden tersebut dan mengonfirmasi bahwa total ada delapan personel yang berada di dalam pesawat saat kejadian.
Helikopter Mi-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan pesisir Pantai Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Insiden ini terjadi pada Rabu (4/11/2026) saat helikopter tersebut tengah menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, membenarkan insiden tersebut dan mengonfirmasi bahwa total ada delapan personel yang berada di dalam pesawat saat kejadian.
Proses evakuasi dilakukan secara darurat di lokasi kejadian yang berada di sekitar Resor Sungai Perlu, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Helikopter Kementerian Kehutanan dengan kode registrasi PK-DAP, yang saat itu sedang melakukan operasi water bombing di wilayah Pematang Limau, menjadi unit pertama yang tiba di lokasi setelah menerima laporan melalui radio dari helikopter Bell 412 Penerbad.
Kronologi Evakuasi Darurat di Perairan
Empat orang kru Mi-17 berhasil dievakuasi dari laut menuju daratan menggunakan bucket yang dibawa oleh helikopter PK-DAP. Informasi mengenai evakuasi ini kemudian diteruskan kepada tim darat di Kuala Pembuang untuk dikoordinasikan dengan satuan tugas terkait. Selanjutnya, helikopter Bell 412 Penerbad mengambil alih proses evakuasi dengan membawa keempat kru tersebut menuju Bandara Kuala Pembuang Seruyan untuk mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, helikopter PK-DAP kembali melanjutkan penerbangan menuju lokasi kejadian guna membantu proses evakuasi kru Mi-17 lainnya yang masih tersisa. Kasi Penmas Polda Kalteng, Ipda Supriyanto, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi adanya foto proses evakuasi korban di Bandara Kuala Pembuang Seruyan.
Konfirmasi Resmi TNI dan Dampak Operasional
Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan bahwa saat ini proses penanganan tengah dilakukan secara intensif. Meskipun ia belum merinci kronologi teknis jatuhnya helikopter, Nas menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat personel sedang bertugas memadamkan karhutla. "Crew on board 8 orang, (untuk korban) agar menunggu informasi selanjutnya, sedang dilaksanakan penanganan," ujar Nas. Ia juga memohon doa agar personel yang bertugas selalu dalam lindungan Allah SWT.
- Jenis Pesawat: Mi-17 Penerbad
- Lokasi Kejadian: Perairan Pantai Pematang Limau, Kec. Seruyan Hilir, Kab. Seruyan, Kalteng
- Total Personel: 8 orang
- Status: 4 kru telah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Kalteng, Satu Prajurit Ditemukan Tewas

Pramono Lantik 3.418 PNS DKI, Imbau ASN Bijak Bermedsos dan Jaga Profesionalisme

Menteri HAM Natalius Pigai Soroti Penyadapan Ilegal, Dugaan Makar dan Ancaman Serius Hak Privasi
