Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bank Sampah Kelapa Pasar Minggu Kumpulkan 4,6 Ton Sampah, Suntikkan Pemberdayaan Perempuan dan Gizi Posyandu

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Bank Sampah Kelapa Pasar Minggu Kumpulkan 4,6 Ton Sampah, Suntikkan Pemberdayaan Perempuan dan Gizi Posyandu
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pengelolaan sampah di Jakarta Selatan kini tidak sekadar soal kebersihan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan gizi warga.
  • Nadzifah , inisiatif Bank Sampah Kelapa di Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, secara inovatif mengintegrasikan aktivitas bank sampah dengan penguatan peran Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).
  • Nadzifah, yang akrab disapa Ifa, merupakan salah satu finalis kategori penggerak dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pengelolaan sampah di Jakarta Selatan kini tidak sekadar soal kebersihan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan gizi warga. Nadzifah, inisiatif Bank Sampah Kelapa di Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, secara inovatif mengintegrasikan aktivitas bank sampah dengan penguatan peran Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Nadzifah menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar untuk menggerakkan lingkungan, melakukan sosialisasi, hingga menghasilkan pendapatan melalui pengelolaan limbah, sebuah peran yang menurutnya selama ini kurang mendapat sorotan publik.

Nadzifah, yang akrab disapa Ifa, merupakan salah satu finalis kategori penggerak dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program iniๆ—จๅœจ mengapresiasi para pahlawan lingkungan yang memiliki aksi nyata dalam mengajak warga peduli terhadap sampah. Dalam proses pendaftarannya, Nadzifah menyoroti pengalaman riset terkait peran perempuan sebagai modal sosial, sebuah studi yang terinspirasi dari fakta bahwa seluruh pengurus Bank Sampah Kelapa didominasi oleh perempuan. Alurnya, inisiatif ini membuktikan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sampah bukan hanya teknis, melainkan juga bermuatan sosial dan ekonomi.

Transformasi Limbah Menjadi Gizi dan Ekonomi Sosial

Keberhasilan inisiatif ini tidak berhenti pada pengumpulan sampah anorganik, tetapi meluas ke pemanfaatan minyak jelantah secara produktif. Nadzifah mengalokasikan 25โ€“30 persen keuntungan dari penjualan minyak jelantah untuk disalurkan sebagai sedekah ke Posyandu. Dana tersebut digunakan untuk membeli sayuran segar dari Kebun Jati Padang dan pasar setempat, yang kemudian dibagikan kepada peserta Posyandu. "Saya pengin dari jelantah ini bisa menghasilkan manfaat. Gizi misalnya. Jadi, dari profit jelantahnya saya kumpulkan dan saya belikan sayuran di Kebun Jatipadang, di pasar, terus dibagikan ke peserta Posyandu," ujar Nadzifah. Langkah ini mengubah limbah dapur menjadi dukungan konkret bagi kecukupan gizi masyarakat.

Secara finansial dan operasional, Bank Sampah Kelapa menunjukkan performa yang stabil dalam periode pertama tahun operasinya. Sejak didirkan pada Oktober 2025 hingga Oktober 2026, entitas ini telah berhasil menghimpun data sebagai berikut:

  • 85 nasabah aktif yang terlibat dalam pengumpulan sampah.
  • Pengumpulan total 4,6 ton sampah anorganik.
  • Penghimpunan 1.000 liter minyak jelantah.

Data tersebut menegaskan bahwa skema ini memiliki basis partisipasi warga yang cukup solid untuk mempertahankan keberlangsungan program.

Harapan Mendanai Pendidikan dan Riset Warga

Menatap masa depan, Nadzifah berharap dampak pengelolaan sampah ini dapat merambah ke sektor pendidikan. Ia mengusulkan adanya pendanaan untuk riset sederhana yang melibatkan siswa SMK, peserta magang, atau mahasiswa untuk melakukan studi di Bank Sampah Kelapa. "Mungkin kami bisa mendanai kecil-kecilan," katanya, berharap keterlibatan akademisi dapat memperkaya data dan metode pengelolaan sampah berbasis komunitas. Inisiatif di Pasar Minggu ini sejatinya menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan penguatan literasi dan kearifan lokal dapat menciptakan ekosistem komunitas yang lebih berkelanjutan dan mandiri.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ