TEP Unair Gandakan Produksi Telur di Parigi Moutong Lewat Pakan Lokal dan Manajemen Modern
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Peternak ayam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah , kini didorong untuk mandiri secara ekonomi melalui program pendampingan dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) .
- Ketua TEP Unair di wilayah tersebut, Emy Koestanti Sabdoningrum , menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan potensi ekonomi guna mengawasi produktivitas ayam.
- Strategi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Implementasi program ini ditandai dengan penyelenggaraan dua kegiatan utama di Desa Tinombala Jaya dan Desa Palapi , Kecamatan Taopa.
Peternak ayam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini didorong untuk mandiri secara ekonomi melalui program pendampingan dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair). Program ini berfokus pada peningkatan produksi telur dengan memanfaatkan bahan lokal dan penerapan manajemen kandang modern, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pakan pabrikan serta menekan risiko kematian ternak akibat penyakit.
Ketua TEP Unair di wilayah tersebut, Emy Koestanti Sabdoningrum, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan potensi ekonomi guna mengawasi produktivitas ayam. Selain pelatihan teknis, tim telah menyusun tiga modul panduan, yaitu pengolahan tepung ikan, manajemen ayam buras, dan biosekuriti kandang, yang didiseminasikan di empat lokasi desa untuk memastikan penerapan yang berkelanjutan.
Strategi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
Implementasi program ini ditandai dengan penyelenggaraan dua kegiatan utama di Desa Tinombala Jaya dan Desa Palapi, Kecamatan Taopa. Peserta diajarkan untuk memformulasikan pakan alternatif dari ikan rucah, jagung, dan bekatul. Pendekatan ini mendapat sambutan positif dari Samsuri, Kepala Desa Tinombala Jaya, yang menilai kegiatan tersebut membekali warga dengan pengetahuan preventif penyakit. Akbar Kurniati, warga setempat, menegaskan bahwa sistem ini ramah lingkungan karena memaksimalkan sumber daya alam sekitar untuk menjaga kesehatan ternak.
Implikasi Kebijakan dan Proyeksi Produksi Nasional
Di sisi makro, program ini selaras dengan proyeksi Kementerian Pertanian yang memprediksi produksi telur ayam ras nasional mencapai 7,16 juta ton pada 2026, melampaui kebutuhan dengan surplus 4,71 persen. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa TEP 2026 yang melibatkan 1.476 peserta dari 246 tim wajib menghasilkan aksi nyata. Melalui penguatan kelompok ternak dan pencatatan usaha yang rapi, inisiatif ini diharapkan memperluas basis ekonomi masyarakat transmigrasi secara nyata.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Sudirman Tol Yos Sudarso Ditata Jadi RTH 4.700 M2, Jakarta Utara Hadirkan Ruang Publik Berkelanjutan Menuju 2027

Deteksi TBC Jakbar Melebihi Ekspektasi: 9.597 Pasien Ditangani, Target Eliminasi 2030 Dikejar

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo: Bedah Sistem LIMS yang Disalahgunakan dan Dampaknya bagi Keamanan Nasional
