Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Perpustakaan MPR RI Luncurkan Layanan Literasi Kreatif: Dari Meracik Matcha hingga Penguatan Empat Pilar

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News & Detik News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Perpustakaan MPR RI Luncurkan Layanan Literasi Kreatif: Dari Meracik Matcha hingga Penguatan Empat Pilar
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Perpustakaan MPR RI resmi menggeser paradigma layanan publiknya dari sekadar gudang informasi menjadi ruang inspiratif melalui penyelenggaraan kegiatan Literasi Kreatif .
  • Kegiatan ini dihadiri oleh Budi Muliawan , Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR, bersama Yusniar , Pustakawan Ahli Madya MPR RI, serta 50 pegawai eselon III dan IV.
  • Kehadiran narasumber Ismeilia Suardi dari PITU Tea & Library turut mewarnai sesi interaktif yang bertujuan membangun budaya literasi yang lebih dinamis di lingkungan institusi negara.

Perpustakaan MPR RI resmi menggeser paradigma layanan publiknya dari sekadar gudang informasi menjadi ruang inspiratif melalui penyelenggaraan kegiatan Literasi Kreatif. Acara bertajuk โ€œSatu Racikan Matcha, Beragam Kreasi: Kreativitas Generasi Muda Berlandaskan Empat Pilar MPR RIโ€ ini digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/11/2026), menandai langkah strategis Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR dalam memperluas fungsi perpustakaan sebagai pusat pengembangan keterampilan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Budi Muliawan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR, bersama Yusniar, Pustakawan Ahli Madya MPR RI, serta 50 pegawai eselon III dan IV. Kehadiran narasumber Ismeilia Suardi dari PITU Tea & Library turut mewarnai sesi interaktif yang bertujuan membangun budaya literasi yang lebih dinamis di lingkungan institusi negara.

Transformasi Layanan dan Filosofi Kolaborasi

Budi Muliawan menegaskan bahwa inovasi layanan merupakan komitmen nyata untuk menjaga relevansi perpustakaan di era modern. Ia menekankan bahwa perpustakaan tidak hanya harus adaptif, tetapi juga harus mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi pemustaka. Dalam sesi tersebut, Budi mengaitkan proses meracik matcha, teh hijau khas Jepang, dengan dinamika organisasi Setjen MPR. Ia menjelaskan bahwa meskipun setiap unit kerja memiliki lingkup tugas yang berbeda, seluruh elemen tersebut harus bersinergi secara harmonis, layaknya bahan-bahan matcha yang saling melengkapi untuk menciptakan cita rasa terbaik.

  • Pancasila
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  • Bhinneka Tunggal Ika

Menurut Budi, sinergi ini krusial untuk mencapai tujuan utama organisasi, yaitu memberikan pelayanan optimal kepada pimpinan, anggota MPR, serta masyarakat luas. Pendekatan kreatif ini diharapkan dapat memicu motivasi kerja yang lebih positif dan solid di kalangan pegawai.

Visi Jangka Panjang: Pusat Literasi Konstitusi

Di balik aktivitas kreatif meracik teh, terdapat visi jangka panjang yang kuat. Yusniar menjelaskan bahwa Perpustakaan MPR RI diarahkan menjadi pusat literasi konstitusi dan pembelajaran Empat Pilar MPR. Ia berharap kegiatan berkelanjutan semacam ini dapat memperkaya pengetahuan serta membangun interaksi kolaboratif yang kuat di lingkungan Setjen MPR. โ€œPerpustakaan MPR RI secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang memberikan nilai tambah bagi pegawai,โ€ ujar Yusniar. Dengan demikian, perpustakaan tidak lagi dipandang statis, melainkan menjadi motor penggerak internalisasi nilai-nilai dasar negara melalui pendekatan yang segar dan partisipatif.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ