Jumat, 6 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Target Kemiskinan 6,5% di 2027: Ambisi Prabowo atau Janji Politik?

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Target Kemiskinan 6,5% di 2027: Ambisi Prabowo atau Janji Politik?
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Presiden Prabowo Subianto menargetkan tingkat kemiskinan turun ke 6‑6,5% pada 2027.
  • Pengangguran terbuka diharapkan berada di kisaran 4,30‑4,87% dan rasio Rasio Gini membaik menjadi 0,362‑0,367.
  • Untuk mencapainya, pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi 6% dengan inflasi terkendali pada 2,5% dan reformasi fiskal menyeluruh.

Ringkasan Singkat

  • Presiden Prabowo Subianto menargetkan tingkat kemiskinan turun ke 6‑6,5% pada 2027.
  • Pengangguran terbuka diharapkan berada di kisaran 4,30‑4,87% dan rasio Rasio Gini membaik menjadi 0,362‑0,367.
  • Untuk mencapainya, pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi 6% dengan inflasi terkendali pada 2,5% dan reformasi fiskal menyeluruh.

Dalam DPR RI pada Rapat Paripurna penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penurunan kemiskinan dan pengangguran akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta pelaksanaan APBN yang efektif. Ia menyebut target kemiskinan 2027 sebesar 6,0‑6,5% sebagai lanjutan dari target APBN 2026 yang berada pada kisaran 6,5‑7,5%.

Target pengangguran terbuka ditetapkan pada 4,30‑4,87% pada 2027, sementara rasio Gini diharapkan turun menjadi 0,362‑0,367, menandakan perbaikan distribusi pendapatan. Indeks Modal Manusia juga diproyeksikan naik menjadi 0,575. Untuk mencapainya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, melampaui target 5,4% tahun 2026, dengan inflasi dijaga pada 2,5%.

Asumsi makro lainnya meliputi suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,9%, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$75 per barel. Lifting minyak diproyeksikan mencapai 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari. Pemerintah menekankan reformasi fiskal yang menyeluruh, optimalisasi pendapatan negara, minimisasi kebocoran penerimaan, dan efisiensi belanja sebagai kunci pencapaian target.

Analisis Pakar

Target kemiskinan di bawah 6,5% pada 2027 terdengar ambisius, terutama mengingat tantangan struktural yang masih menghambat inklusi ekonomi di Indonesia. Penurunan angka kemiskinan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan PDB, melainkan pada kualitas pertumbuhan tersebut. Jika pertumbuhan didominasi oleh sektor ekstraktif atau industri berat yang tidak menyerap tenaga kerja secara luas, dampaknya pada pengentasan kemiskinan akan terbatas.

Reformasi fiskal yang dijanjikan menjadi faktor penentu. Penguatan basis pajak, penertiban aset tak terdaftar, dan peningkatan kepatuhan pajak dapat menambah pendapatan negara tanpa harus meningkatkan beban utang. Namun, implementasinya memerlukan koordinasi lintas kementerian dan kemauan politik yang kuat. Kebocoran penerimaan yang masih tinggi, terutama di sektor BUMN dan penerimaan daerah, harus segera diatasi.

Target inflasi 2,5% dan nilai tukar Rp17.500/USD menandakan kebijakan moneter yang cukup ketat. Namun, tekanan eksternal—seperti volatilitas harga komoditas dan aliran modal—bisa mengganggu stabilitas tersebut. Bank Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan kredit domestik dan mengendalikan inflasi, terutama bila kebijakan fiskal mengarah pada peningkatan belanja infrastruktur.

Terakhir, indikator sosial seperti rasio Gini dan Indeks Modal Manusia menunjukkan komitmen pemerintah pada pemerataan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, realisasi kebijakan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial harus selaras dengan target ekonomi. Tanpa investasi yang memadai di bidang ini, pertumbuhan 6% dapat menjadi pertumbuhan yang tidak inklusif, memperlebar kesenjangan yang justru berlawanan dengan tujuan penurunan kemiskinan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Bagaimana cara pemerintah menurunkan angka kemiskinan menjadi 6,5% pada 2027?
    A: Melalui kombinasi pertumbuhan ekonomi inklusif, reformasi fiskal, peningkatan efisiensi belanja, dan program perlindungan sosial yang terfokus.
  • Q: Apakah target pertumbuhan 6% realistis mengingat kondisi global?
    A: Target tersebut menantang; pencapaiannya bergantung pada stabilitas eksternal, kebijakan moneter yang tepat, dan pelaksanaan reformasi struktural.
  • Q: Apa implikasi target rasio Gini yang lebih rendah bagi investor?
    A: Rasio Gini yang lebih rendah menandakan distribusi pendapatan yang lebih merata, yang dapat meningkatkan daya beli konsumen dan menciptakan pasar domestik yang lebih stabil.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸