Kemang Fest 2026: Sinergi 140 UMKM Dongkrak Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Pemerintah Kota Jakarta Selatan resmi menggelar Kemang Fest 2026 dengan melibatkan 140 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
- Acara ini bukan sekadar pameran produk, melainkan manifestasi nyata dari kolaborasi strategis antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
- Seleksi 140 stan yang berpartisipasi mencerminkan ekosistem ekonomi kreatif yang matang, mencakup ragam komoditas mulai dari kuliner, fesyen, hingga kriya.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan resmi menggelar Kemang Fest 2026 dengan melibatkan 140 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Acara ini bukan sekadar pameran produk, melainkan manifestasi nyata dari kolaborasi strategis antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta. Syafrin Liputo, Wali Kota Jakarta Selatan, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang inklusif di mana produk unggulan lokal dapat bersinar tanpa terpengaruh oleh status sosial atau ekonomi peserta maupun pengunjung.
Seleksi 140 stan yang berpartisipasi mencerminkan ekosistem ekonomi kreatif yang matang, mencakup ragam komoditas mulai dari kuliner, fesyen, hingga kriya. Kehadiran berbagai sektor ini menunjukkan bahwa Kemang Fest berhasil menjadi katalisator bagi keberagaman inovasi lokal. Dengan demikian, perputaran modal di tingkat akar rumput dapat dipacu secara signifikan, menciptakan efek bergulir yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kemang sebagai Jangkar Wisata dan Pusat Inovasi Lokal
Pemilihan lokasi di kawasan Kemang bukan keputusan sepihak, melainkan strategi berbasis data demografis dan pergerakan wisatawan. Kawasan ini telah lama dikenal sebagai magnet bagi turis domestik dan mancanegara. Fahmi, Ketua Kemang Fest 2026, menyambut baik tingginya antusiasme ini. Ia menekankan bahwa target utama bukan hanya keuntungan finansial bagi pedagang, tetapi juga hiburan optimal bagi pengunjung. Harapan terbesar dari penyelenggara adalah agar kegiatan ini dapat dilembagakan menjadi agenda resmi tahunan di tingkat DKI Jakarta maupun Jakarta Selatan, sehingga memberikan kepastian pasar dan keberlanjutan bagi para pelaku UMKM.
Komitmen Berkelanjutan Melalui Kolaborasi Kewilayahan
Strategi jangka panjang Pemkot Jakarta Selatan bertumpu pada konsistensi penyelenggaraan festival ekonomi kreatif di berbagai kawasan. Syafrin Liputo menyatakan bahwa upaya ini akan terus didorong setiap tahun melalui kerja sama erat dengan Karang Taruna dan lembaga kewilayahan lainnya. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak terpusat di satu titik, melainkan tersebar merata di setiap lingkungan. Melalui
- penyediaan ruang promosi bagi 140 UMKM
- kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan masyarakat
- integrasi budaya dan ekonomi kreatif di destinasi wisata populer
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat

Madiun Kerek Produksi Padi 9,79 Persen dengan Peran Strategis KTNA dalam Perkuat Ketahanan Pangan
