Alpukat Sumberejo Unggah Pasar: Omzet Petani Naik 30% berkat Dukungan Klasterku Hidupku BRI
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Transformasi ekonomi petani alpukat di Kecamatan Sumberejo , Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengalami lompatan signifikan berkat sinergi antara penggerak lokal dan program korporasi.
- Komoditas alpukat yang terkenal dengan daging lembut dan kaya rasa ini kini tidak lagi sekadar hasil panen musiman, melainkan menjadi motor penggerak nilai tambah ekonomi yang terukur.
- Ekspansi Jaringan dan Kenaikan Omzet 30% Pola usaha yang saling menopang ini mencapai momentum penting ketika kelompok tani Sumberejo terhubung dengan program Klasterku Hidupku dari BRI .
Transformasi ekonomi petani alpukat di Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengalami lompatan signifikan berkat sinergi antara penggerak lokal dan program korporasi. Komoditas alpukat yang terkenal dengan daging lembut dan kaya rasa ini kini tidak lagi sekadar hasil panen musiman, melainkan menjadi motor penggerak nilai tambah ekonomi yang terukur. Konektivitas pasar yang dibangun melalui jaringan kemitraan telah mengubah tantangan panen raya menjadi peluang, dengan Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa penguatan kapasitas usaha berbasis komunitas adalah kunci utama untuk mengangkat taraf hidup petani di wilayah tersebut.
Dinamika ini bermula dari kesadaran Prayitno, seorang petani sekaligus penggerak kelompok tani, yang menyadari bahwa kualitas buah lokal tersebut sering kali tergerus karena lemahnya jalur distribusi saat musim panen raya. Prayitno menginisiasi gerakan penghimpuhan hasil panen dari sejumlah petani untuk didistribusikan ke pasar induk, sebuah langkah strategis yang memastikan harga jual tetap stabil dan nilai ekonomi buah tidak turun drastis. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi jejaring usaha kolektif di mana para petani tidak hanya bergantung pada musiman, tetapi juga mendapat dukungan modal untuk menjaga keberlangsungan budi daya hingga musim berikutnya.
Ekspansi Jaringan dan Kenaikan Omzet 30%
Pola usaha yang saling menopang ini mencapai momentum penting ketika kelompok tani Sumberejo terhubung dengan program Klasterku Hidupku dari BRI. Koneksi ini dibukukan setelah BRI melakukan survei dan membuka ruang kerja sama yang memfasilitasi akses pasar lebih luas. Efek dari perluasan jaringan ini sangat nyata: Prayitno mencatatkan peningkatan omzet dan penjualan mencapai 30% secara berkelanjutan. Lonjakan angka tersebut tidak hanya menguntungkan sang penggerak, tetapi juga memperbesar kapasitas untuk menampung hasil kebun warga, menciptakan siklus ekonomi di mana modal kembali berputar dan usaha dapat terus dilanjutkan secara mandiri.
Dukungan Ekosistem Korporasi Skala Nasional
Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif di Sumberejo merupakan representasi nyata dari strategi korporasi dalam memberdayakan ekonomi daerah. Dhanny menjelaskan bahwa program Klasterku Hidupku dirancang bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk membuka akses pasar dan memperkuat jejaring usaha yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Strategi ini berhasil menciptakan ekosistem usaha produktif yang kokoh dan terintegrasi dengan potensi lokal.
- BRI telah mengembangkan lebih dari 45.000 klaster usaha di berbagai daerah Indonesia hingga September 2026.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat

Madiun Kerek Produksi Padi 9,79 Persen dengan Peran Strategis KTNA dalam Perkuat Ketahanan Pangan
