Madiun Kerek Produksi Padi 9,79 Persen dengan Peran Strategis KTNA dalam Perkuat Ketahanan Pangan
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Bupati Madiun Hari Wuryanto resmi meluncurkannya strategi penguatan ketahanan pangan daerah melalui pelibatan aktif Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam forum Rembug Paripurna.
- Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, melainkan sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
- Hari Wuryanto menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan pertanian di Kabupaten Madiun sangat bergantung pada kolaborasi efektif antara pemerintah dan pelaku sektor hulu-hilir.
Bupati Madiun Hari Wuryanto resmi meluncurkannya strategi penguatan ketahanan pangan daerah melalui pelibatan aktif Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam forum Rembug Paripurna. Forum yang digelar di Pendopo Muda Graha pada Sabtu (7/11/2026) ini menjadi tonggak penting sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan organisasi tani untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, melainkan sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Hari Wuryanto menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan pertanian di Kabupaten Madiun sangat bergantung pada kolaborasi efektif antara pemerintah dan pelaku sektor hulu-hilir. Ia berharap agar Rembug Paripurna ini dapat melampaui status agenda rutin organisasi, melainkan menjadi wadah evaluasi mendalam untuk merumuskan program kerja yang presisi dan tepat sasaran.
Lonjakan Produktivitas Padi Tembus 480 Ribu Ton
Diluncurkan berdasarkan data statistik pertanian terbaru, capaian produksi padi di Kabupaten Madiun menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada tahun 2025, volume produksi mencapai angka 480.264 ton gabah kering giling (GKG). Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 42.805 ton atau setara dengan pertumbuhan 9,79 persen dibandingkan capaian pada tahun 2024 yang berjumlah 437.458 ton GKG. Lonjakan produksi ini tercatat di atas total luas lahan panen seluas 82.826 hektare yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut. Capaian ini sejalan dengan upaya daerah lain seperti Kuningan yang menargetkan surplus beras demi menjaga stabilitas pangan nasional.
KTNA sebagai Mitra Strategis Kebijakan Distribusi
Dalam forum tersebut, agenda pembahasan difokuskan pada efisiensi rantai distribusi hasil pertanian serta tantangan struktural dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Seluruh masukan yang dihimpun akan disistematisasikan menjadi rekomendasi resmi dari KTNA untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian di masa depan. Melalui mekanisme ini, KTNA diproyeksikan menjalankan peran sentral sebagai jembatan aspirasi petani langsung ke meja perumus kebijakan daerah, memastikan suara petani benar-benar menjadi kompas dalam pengembangan sektor pangan di Madiun.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat

UP GPSB DKI Kelola Lima Gedung Seni dengan Tarif Bersahabat untuk Jaminkan Aksesibilitas Pelaku Kreatif
