Elvan Chandra: Pertumbuhan Ekonomi Q3-2026 Jadi Kunci Rebound IHSG dan Daya Tarik IPO
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Pelaku pasar modal Indonesia kini menaruh mata pada fundamental domestik sebagai perisai utama di tengah gejolak global.
- **Elvan Chandra Widyatama**, FX Analyst **CNBC Indonesia**, menegaskan bahwa terjaganya pertumbuhan ekonomi RI yang sejalan dengan proyeksi menjadi faktor krusial untuk memulihkan keyakinan investor.
- Dalam edisi Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang pada Kamis, 5 November 2026, Elvan Chandra menganalisis secara mendalam dinamika likuiditas dan sentimen global.
Pelaku pasar modal Indonesia kini menaruh mata pada fundamental domestik sebagai perisai utama di tengah gejolak global. **Elvan Chandra Widyatama**, FX Analyst **CNBC Indonesia**, menegaskan bahwa terjaganya pertumbuhan ekonomi RI yang sejalan dengan proyeksi menjadi faktor krusial untuk memulihkan keyakinan investor. Optimisme ini tidak hanya berdampak pada stabilitas **IHSG**, tetapi juga menjadi penopang utama bagi penguatan nilai tukar **Rupiah** serta pembukaan kembali potensi besar realisasi IPO di tengah ketidakpastian pasar yang masih membayangi.
Dalam edisi Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang pada Kamis, 5 November 2026, Elvan Chandra menganalisis secara mendalam dinamika likuiditas dan sentimen global. Ia menekankan bahwa pasar modal RI memiliki peluang strategis untuk menarik kembali aliran dana asing, asalkan data makroekonomi dalam negeri tetap menunjukkan ketahanan struktural yang solid.
Analisa Sentimen Eksternal dan Dampak Politik Global
Tidak hanya fokus pada dalam negeri, sentimen eksternal turut menjadi variabel risiko yang harus dicermati secara ketat. Pasar global saat ini mencermati dampak signifikan dari kemenangan partai Demokrat dalam pemilu sela AS serta arah kebijakan Presiden **Donald Trump** terhadap kawasan Timur Tengah. Kedua faktor ini secara langsung berdampak pada fluktuasi harga minyak mentah, tingkat inflasi global, dan laju ekspansi ekonomi dunia yang pada akhirnya merambat ke sentimen investor di Asia Tenggara.
Prospek Sektor Perbankan dan Momentum Data Q3
Di sisi domestik, perhatian investor terbelah pada dua isu krusial: perkembangan politik RI dan rilis data pertumbuhan ekonomi Q3-2026. Bagi Elvan, kejelasan politik menjadi prasyarat stabilitas, sementara data Q3 akan menjadi penentu utama apakah sektor perbankan dan emiten-emiten besar lainnya dapat mempertahankan daya tarik untuk dicermati. Dengan fondasi pertumbuhan yang terjaga, pasar memproyeksikan pemulihan bertahap yang didorong oleh pemulihan konsumsi dan kepercayaan pelaku usaha lokal.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat

Madiun Kerek Produksi Padi 9,79 Persen dengan Peran Strategis KTNA dalam Perkuat Ketahanan Pangan
