Serangan Siber Massal Ganggu Rantai Pasokan Pangan Eropa, Kulkas Supermelon Naik Hingga 50 Derajat
Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

- Sejumlah negara Eropa dilanda krisis keamanan pangan akibat serangan siber terkoordinasi pada Senin (2/11) yang menargetkan sistem pendingin supermarket.
- Serangan ini memicu peralihan mode ke pencairan (defrost), menyebabkan suhu lemari pembeku melonjak drastis dan memaksa peritel membuang stok makanan yang rusak.
- Insiden ini terjadi kurang dari sebulan setelah serangan serupa melumpuhkan operasional toko bahan makanan di Prancis, memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi gangguan rantai pasokan pangan kawasan.
Sejumlah negara Eropa dilanda krisis keamanan pangan akibat serangan siber terkoordinasi pada Senin (2/11) yang menargetkan sistem pendingin supermarket. Serangan ini memicu peralihan mode ke pencairan (defrost), menyebabkan suhu lemari pembeku melonjak drastis dan memaksa peritel membuang stok makanan yang rusak. Insiden ini terjadi kurang dari sebulan setelah serangan serupa melumpuhkan operasional toko bahan makanan di Prancis, memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi gangguan rantai pasokan pangan kawasan.
Menurut laporan Euronews, gangguan signifikan dilaporkan di sembilan negara: Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia. Di Italia, misalnya, empat gerai Coop di Sisilia dan satu usaha di Tuscany terdampak, sementara pemerintah setempat dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dengan badan intelijen. Di Belgia, Carrefour mencatat gangguan di 15 toko, bahkan Ikea di Mons mengalami lonjakan suhu lemari pembeku. Jaringan Delhaize, Colruyt, dan Intermarche turut melaporkan masalah serupa.
Analisis Target Sistem dan Dampak Operasional
Serangan ini diduga menyasar penyedia layanan eksternal yang mengelola sistem kendali jarak jauh untuk penyimpanan makanan beku. Di Swedia, Carlos Cancino dari jaringan Coop menjelaskan bahwa gangguan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Kelemahan utama teridentifikasi pada perangkat yang masih terhubung jaringan seluler 4G, bukan 5G, yang membuat sistem lebih rentan terhadap peretas. Di Estonia, satu supermarket dilaporkan mengalami lonjakan suhu unit pendingin hingga 50 derajat Celsius menggunakan model lama buatan Danfoss.
Beberapa pihak seperti Coop dan Ica di Swedia serta beberapa toko di Finlandia belum bisa memastikan apakah gangguan murni disebabkan serangan siber atau faktor teknis. Namun, Roni Kokkola dari Pusat Keamanan Siber Nasional Finlandia tidak menutup kemungkinan korelasi dengan serangan regional, mengingat pola gangguan yang mirip dengan insiden di Prancis pada Oktober lalu.
Respons Uni Eropa dan Wacana Keamanan Pangan
Christophe Hansen, Komisioner Pertanian dan Pangan Uni Eropa, menegaskan bahwa pihak berwenang menanggapi insiden ini dengan sangat serius. Ia menyatakan, "Serangan ini merupakan upaya yang disengaja untuk mengganggu rantai pasokan pangan dan merusak kepercayaan konsumen terhadapnya. Ini adalah peringatan yang harus kita tanggapi dengan serius." Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kedua insiden tersebut, baik di Prancis maupun gelombang serangan terbaru di Eropa ini.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meta Resmi Luncurkan Video Call Muse AI untuk Semua Pengguna AS, Lengkapi Avatar Jolly dengan Ekspresi Waktu Nyata

Urgensi Dampak Sosial-Ekonomi: Komdigi Tetapkan Takedown Konten Judi Online Maksimal 4 Jam

Spekulasi Negara Asing di Balik Serangan Siber Kulkas Supermarket Eropa, Pakar: Ancaman AI Makin Serius
