Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PGE Bidik Pusat Data: Ahmad Yani Klaim Prospek Bisnis Panas Bumi Indonesia Sangat Cerah

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PGE Bidik Pusat Data: Ahmad Yani Klaim Prospek Bisnis Panas Bumi Indonesia Sangat Cerah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani , menegaskan bahwa prospek bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia semakin cerah di masa depan.
  • "Dengan pengembangan geothermal semaksimal mungkin pun masih kurang gitu.
  • Jadi ya ini ada opportunity buat kita," ujar Yani, menyoroti adanya celah pasar yang signifikan bagi perusahaan.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, menegaskan bahwa prospek bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia semakin cerah di masa depan. Pernyataan ini dilontarkan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/11), di tengah meningkatnya kebutuhan energi listrik nasional yang dinilai belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh potensi geothermal yang dikembangkan secara maksimal sekalipun. "Dengan pengembangan geothermal semaksimal mungkin pun masih kurang gitu. Jadi ya ini ada opportunity buat kita," ujar Yani, menyoroti adanya celah pasar yang signifikan bagi perusahaan.

Meningkatnya permintaan listrik tidak hanya didorong oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh dinamika global yang memaksa negara-negara untuk berfokus pada kemandirian energi. Yani menjelaskan bahwa peran strategis energi panas bumi kini melampaui sekadar label energi hijau; ia menjadi instrumen vital dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah krisis energi global. Krisis tersebut memicu pergeseran paradigma di mana banyak negara beralih ke pengembangan sumber daya domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Fokus Strategis pada Sektor Pusat Data dan Kemandirian Energi

Untuk memanfaatkan peluang lonjakan permintaan tersebut, PGE kini membidik sektor pusat data (data center) sebagai target utama penyerapan listrik. Yani mengungkapkan bahwa perusahaan sedang dalam tahap diskusi intensif dengan sejumlah pelaku industri pusat data untuk menjadikannya sebagai offtaker pasokan listrik PGE. Ia memastikan bahwa studi teknologi telah dilakukan untuk meyakinkan publik dan investor bahwa panas bumi sanggup menjadi sumber energi mandiri bagi fasilitas teknologi tinggi tersebut. "Geothermal itu bisa menciptakan independent energy untuk support data center tanpa terkoneksi dengan sumber energi lainnya. Jadi, green energy dari geothermal. Ini yang kita sedang coba dalam bentuk pilot project yang kita lakukan ke depan," jelas Yani.

Sebagai langkah konkret, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dipilih menjadi pemasok listrik untuk proyek pusat data tersebut. Pada tahap awal, kapasitas suplai yang disiapkan sebesar 5 Megawatt (MW). Kapasitas ini dirancang khusus sebagai ajang pembuktian atau proof of concept bagi keandalan listrik panas bumi. "Sekarang kan pada heboh terkait dengan (konsumsi) air (di pusat data). Nah, ini kita coba dengan pilot project untuk memperlihatkan proof of concept secara teknologi, aspek lingkungan, dan commerciality-nya," ujar Yani, menekankan efisiensi dan keandalan sistem yang ditawarkan.

Implikasi Jangka Panjang dan Peluang Komersial

Langkah PGE ini memiliki implikasi strategis yang luas, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi industri teknologi di Indonesia. Dengan membuktikan bahwa panas bumi dapat mendukung operasional pusat data secara independen dan ramah lingkungan, PGE membuka jalan bagi adopsi energi terbarukan di sektor teknologi yang selama ini dianggap sangat boros energi. Pilot project di PLTP Kamojang menjadi batu loncatan penting untuk menunjukkan bahwa aspek komersial dan lingkungan dapat berjalan beriringan. Keberhasilan proyek percontohan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor dan mitra industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam transisi energi global. Dengan demikian, potensi geothermal tidak lagi hanya dilihat sebagai cadangan energi pasif, melainkan sebagai aset strategis yang mampu menjawab tantangan permintaan listrik modern secara berkelanjutan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ