KAI Gandeng Negara Bangun Trem Bali Rp2 T, Layani Wisata Utama 2028

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi membuka tahap awal pembangunan layanan kereta api atau trem di Bali.
- Rancangan jalur ini mengintegrasikan kawasan strategis mulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu , yang ditargetkan selesai secara menyeluruh pada 2028 .
- Inisiatif ini hadir sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto guna mengembangkan jaringan transportasi publik yang lebih efisien di destinasi wisata utama.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi membuka tahap awal pembangunan layanan kereta api atau trem di Bali. Rancangan jalur ini mengintegrasikan kawasan strategis mulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu, yang ditargetkan selesai secara menyeluruh pada 2028. Inisiatif ini hadir sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto guna mengembangkan jaringan transportasi publik yang lebih efisien di destinasi wisata utama.
Pada Kamis (5/11), Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI, mengumumkan program ini di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa pengembangan jalur kereta Bali akan melewati segmen wisata yang sangat padat, yaitu dari Kuta menuju Legian, berlanjut ke Seminyak, dan berakhir di Canggu. "Kami menyampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali, fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu," ujar Bobby, menegaskan komitmen KAI dalam modernisasi transportasi di Pulau Dewata.
Struktur Pengerjaan dan Anggaran Jumbo
Untuk memastikan kelancaran pembangunan, KAI merancang proyek ini dalam dua tahap dengan total waktu pengerjaan sekitar dua tahun. Tahap pertama akan fokus pada penghubungan langsung dari Bandara Ngurah Rai hingga Legian. Sementara itu, tahap kedua akan meneruskan jalur tersebut dari Legian hingga ke Canggu. Dari sisi pendanaan, proyek infrastruktur ini diperkirakan membutuhkan alokasi dana yang sangat besar, yakni lebih dari Rp2 triliun.
Keputusan membangun trem ini juga mencerminkan langkah strategis pemerintah dalam mengurai kemacetan serta memfasilitasi mobilitas wisatawan. Bobby menambahkan bahwa pengurutan pembangunan setiap tahap akan mempertimbangkan kesiapan lahan serta proses pembebasan tanah sebagai faktor penentu utama sebelum teknis dimulai.
Langkah Lanjutan: Pengembangan di Sumatra dan Kalimantan
Di samping proyek di Bali, KAI juga tengah menyusun desain rekayasa detail (DED) untuk jalur kereta di Sumatra, yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo. Hingga saat ini, studi pengembangan jalur kereta di Kalimantan pun masih dalam proses pengerjaan mendalam.
- Bali: Jalur trem Ngurah Rai ke Canggu (Rampung 2028, 2 tahap).
- Sumatra: Penyusunan DED sedang berlangsung.
- Kalimantan: Studi pengembangan jalur masih dikerjakan.
Pengembangan jaringan di tiga wilayah strategis ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas antarpulau dan memacu pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata serta logistik, menjadikan Indonesia lebih siap menghadapi mobilitas modern yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

AUTO Ekspansi 30 Gerai Ritel & ITMG Buyback Rp2,31 T: Manuver Korporasi di Tengah Dampak Sentimen Global AI

OJK: 80% dari 191 Kasus Kejahatan Keuangan Didominasi Sektor Perbankan

IHSG Menguat 2,25% ke 5.030, Investor Asing Justru Jual Bersih Rp65,5 Miliar
