Menjaga Warisan Manis: Ketelatenan di Balik Produksi Temerodok Khas Sakra, Lombok Timur
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Di tengah hiruk pikuk Kecamatan Sakra Pusat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tradisi kuliner lokal tetap hidup melalui tangan-tangan cekatan para pembuat temerodok .
- Jajanan khas ini bukan sekadar camilan, melainkan warisan budaya yang dipertahankan secara manual oleh Eka (37 tahun) beserta tiga rekan perempuannya di sebuah toko sederhana.
- Di era di mana industri makanan modern semakin mendominasi, kehadiran temerodok menjadi bukti bahwa ketelatenan dan proses tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.
Di tengah hiruk pikuk Kecamatan Sakra Pusat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tradisi kuliner lokal tetap hidup melalui tangan-tangan cekatan para pembuat temerodok. Jajanan khas ini bukan sekadar camilan, melainkan warisan budaya yang dipertahankan secara manual oleh Eka (37 tahun) beserta tiga rekan perempuannya di sebuah toko sederhana. Di era di mana industri makanan modern semakin mendominasi, kehadiran temerodok menjadi bukti bahwa ketelatenan dan proses tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.
Proses produksi temerodok di Sakra Pusat tidak mengandalkan mesin otomatis, melainkan sepenuhnya bergantung pada keterampilan manual para pembuatnya. Setiap adonan dibentuk secara hati-hati hingga menghasilkan bentuk yang seragam, sebuah tantangan yang membutuhkan presisi tinggi. Dedikasi terhadap kualitas ini terlihat jelas dari konsistensi bentuk produk yang dihasilkan meskipun dikerjakan secara konvensional.
Proses Dua Kali Goreng dan Tahapan Penggulaan
Kunci keunikan temerodok terletak pada metode pengolahan yang ketat. Setiap adonan yang telah dibentuk harus melalui proses penggorengan dua kali sebelum siap disajikan. Tahap ini krusial untuk mencapai tekstur dan cita rasa yang khas. Setelah digoreng, produk didiamkan hingga benar-benar dingin sebelum memasuki tahap akhir, yaitu pemberian gula. Urutan tahapan ini tidak boleh terlewat demi menjaga standar rasa yang telah dikenal luas oleh konsumen.
Kesibukan di toko milik Eka menunjukkan permintaan yang tetap stabil. Pembeli datang silih berganti, membuktikan bahwa temerodok masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Lombok Timur. Keberadaan jajanan ini menjadi penanda identitas kuliner daerah yang tetap relevan di tengah beragamnya pilihan makanan modern.
Pertahanan Kuliner Tradisional di Tengah Modernisasi
Keberlanjutan produksi temerodok mencerminkan ketahanan budaya kuliner di NTB. Di saat banyak jajanan tradisional tergerus oleh inovasi makanan cepat saji, temerodok tetap bertahan berkat loyalitas konsumen dan keunikan rasa yang tidak tergantikan oleh produk pabrikan. Keberadaan usaha keluarga seperti yang dijalankan Eka menjadi pilar penting dalam pelestarian resep dan teknik pembuatan tradisional.
Aktivitas di Sakra Pusat ini tidak hanya menjadi sumber ekonomi bagi para pembuatnya, tetapi juga sebagai jendela bagi siapa saja yang ingin merasakan keaslian rasa timur Pulau Lombok. Dengan mempertahankan metode manual dan kualitas bahan, temerodok terus menjadi simbol manisnya warisan budaya yang patut dilestarikan bagi generasi mendatang.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dasco: DPR Tahan Wacana Hak Angket Ijazah Gibran, Tunggu Akhir Reses 8 November

Komnas HAM Segera Kirim Tim ke Pidie Usut Tuntas Kasus Penembakan Akar Kenduri Maulid

Ketum PWI Akhmad Munir Ingatkan Mahasiswa: Terapkan Kaidah Jurnalistik Saat Bermain Media Sosial
