Kamar Dagang Hangzhou Dideklarasikan di Jakarta untuk Memperkuat Kemitraan Ekonomi RI-China
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Para pengusaha asal Hangzhou , ibu kota Provinsi Zhejiang di China timur, secara resmi mendeklarasikan berdirinya Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia dalam sebuah jamuan di Jakarta, Kamis malam.
- Langkah strategis ini bertujuan menjembatani kemitraan bisnis serta memperluas kerja sama ekonomi antara kedua negara, di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.
- Ye menegaskan komitmen para anggotanya untuk mematuhi peraturan nasional dan menjaga integritas dalam berusaha.
Para pengusaha asal Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang di China timur, secara resmi mendeklarasikan berdirinya Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia dalam sebuah jamuan di Jakarta, Kamis malam. Langkah strategis ini bertujuan menjembatani kemitraan bisnis serta memperluas kerja sama ekonomi antara kedua negara, di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.
Ye Daifeng, Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, menjelaskan bahwa organisasi ini hadir sebagai wadah bagi pengusaha Hangzhou yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia, sekaligus bagi pengusaha Indonesia yang hendak menjajaki pasar China. Ye menegaskan komitmen para anggotanya untuk mematuhi peraturan nasional dan menjaga integritas dalam berusaha.
Keunggulan Industri Digital dan Manufaktur Cerdas
Ye memaparkan bahwa perusahaan asal Hangzhou memiliki keunggulan kompetitif di bidang ekonomi digital, manufaktur cerdas, dan industri kreatif. Keunggulan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kemitraan dengan Indonesia, yang menawarkan pasar luas dan beragam peluang usaha. Ye menekankan bahwa peluang bisnis hanya dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki kesiapan, memahami aturan, dan senantiasa menjaga integritas.
- Ekonomi digital dan teknologi informasi
- Manufaktur cerdas (smart manufacturing)
- Industri kreatif dan kewirausahaan
โKamar Dagang Hangzhou di Indonesia telah menetapkan dua peran utama, yaitu sebagai rumah bersama bagi para anggotanya dan sebagai jembatan kerja sama antara Indonesia dan China,โ kata Ye.
Dukungan LIT dan Potensi Perdagangan Triliunan Dolar
Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-Tiongkok (LIT), Mayjen (Purn.) Sudrajat, menyambut baik pendirian kamar dagang ini. Mantan Duta Besar RI untuk China tersebut menilai kemitraan bisnis merupakan pilar penting hubungan Indonesia-China yang telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif. Sudrajat berharap keberadaan wadah ini dapat memperluas jaringan bisnis dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS selama Januari-September 2026, sementara impor dari China tercatat sebesar 76,16 miliar dolar AS. Perdagangan kedua negara didominasi oleh komoditas nikel, minyak nabati, mesin dan peralatan elektronik, serta plastik, menunjukkan besarnya potensi sinergi yang dapat dioptimalkan melalui kerja sama bilateral yang lebih erat.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Q3-2026, Airlangga Beberkan Peran Kunci Konsumsi Pemerintah dan Stimulus Fiskal

Airlangga Jelaskan Status Pekerja Peserta MagangHub dan Penurunan Pengangguran Nasional di Agustus 2026

Pemerintah Perluas Cakupan BPDP ke Kakao dan Kelapa: Dorong Kesejahteraan Petani di Tengah Hilirisasi B50
