Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Q3-2026, Airlangga Beberkan Peran Kunci Konsumsi Pemerintah dan Stimulus Fiskal

EkonomiSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Antara News & Kompas Nasional
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Q3-2026, Airlangga Beberkan Peran Kunci Konsumsi Pemerintah dan Stimulus Fiskal
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Lonjakan belanja pemerintah ini berasal dari program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), yang secara langsung menggerakkan aktivitas ekonomi di lapangan.
  • Lonjakan Belanja Pemerintah dan Dampaknya pada Industri Pengolahan Peningkatan konsumsi pemerintah tersebut melampaui pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 5,66 persen.
  • Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah pada investasi infrastruktur dan layanan publik.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan bahwa konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 8,95 persen pada triwulan III-2026, menjadikannya salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen. Lonjakan belanja pemerintah ini berasal dari program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), yang secara langsung menggerakkan aktivitas ekonomi di lapangan. Meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi 51,97 persen, peran fiskal pemerintah dinilai krusial dalam menjaga momentum ekspansi ekonomi di tengah dinamika global.

Lonjakan Belanja Pemerintah dan Dampaknya pada Industri Pengolahan

Peningkatan konsumsi pemerintah tersebut melampaui pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 5,66 persen. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah pada investasi infrastruktur dan layanan publik. Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang menyumbang 19,22 persen terhadap PDB tumbuh 5,87 persen, didorong oleh subsektor logam dasar (9,94 persen), kimia dan farmasi (8,10 persen), serta makanan dan minuman (7,09 persen). Sektor konstruksi juga mengalami pertumbuhan 6,42 persen berkat proyek prioritas pemerintah, termasuk pembangunan KDKMP dan Sekolah Rakyat.

  • Konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen di triwulan III-2026.
  • Industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, didorong logam dasar dan farmasi.
  • Sektor konstruksi naik 6,42 persen berkat proyek prioritas nasional.

Stimulus Fiskal ke Depan dan Peringatan bagi Kelas Menengah

Memasuki triwulan IV-2026, pemerintah mempersiapkan stimulus lanjutan untuk menjaga daya beli, termasuk bantuan beras 10 kilogram per bulan bagi 33,24 juta keluarga dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp300 ribu per bulan bagi 13,3 juta pekerja. Riza Annisa Pujaramadi, peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, mengingatkan agar stimulus tidak hanya menyasar kelompok berpendapatan rendah, tetapi juga kelas menengah yang tertekan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. Meskipun Airlangga optimistis momentum ekonomi terjaga didukung indeks PMI manufaktur yang mencapai 54,0 pada Oktober 2026, pemerintah tetap waspada terhadap risiko tekanan harga pangan, energi, dan nilai tukar rupiah.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ