Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Wamenko Dradjad Tegaskan Perbaikan Fundamental Pasar Modal dan Stabilitas Rupiah

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: Kompas Nasional
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Wamenko Dradjad Tegaskan Perbaikan Fundamental Pasar Modal dan Stabilitas Rupiah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan pentingnya mencermati kondisi fundamental ekonomi secara menyeluruh di tengah dinamika pasar modal dan pergerakan nilai tukar rupiah.
  • Dalam rapat kabinet paripurna, Presiden telah menekankan kebutuhan akan perbaikan fundamental pada pasar modal Indonesia.
  • Pernyataan ini disampaikan Dradjad di Jakarta pada Kamis, sebagai respons terhadap berbagai tantangan ekonomi terkini yang memerlukan penanganan berbasis data dan kebijakan yang proporsional.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan pentingnya mencermati kondisi fundamental ekonomi secara menyeluruh di tengah dinamika pasar modal dan pergerakan nilai tukar rupiah. Dalam rapat kabinet paripurna, Presiden telah menekankan kebutuhan akan perbaikan fundamental pada pasar modal Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Dradjad di Jakarta pada Kamis, sebagai respons terhadap berbagai tantangan ekonomi terkini yang memerlukan penanganan berbasis data dan kebijakan yang proporsional.

Perbaikan yang dimaksud diarahkan pada peningkatan transparansi dan tata kelola, termasuk upaya preventif terhadap praktik manipulasi saham atau yang umum dikenal sebagai "goreng-gorengan". Langkah strategis ini krusial untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal serta memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi para investor, baik institusional maupun ritel.

Penilaian MSCI dan Penguatan Transparansi Kepemilikan Saham

Salah satu sorotan utama adalah perkembangan penilaian dari penyedia indeks global MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Terdapat ancaman perubahan klasifikasi Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market, yang menurut Dradjad perlu dicermati secara serius. Meskipun pembenahan pasar modal harus terus dilakukan, ia menekankan bahwa penilaian terhadap Indonesia perlu mempertimbangkan kondisi dan perkembangan reformasi yang sedang berjalan secara objektif.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, pemerintah mendorong penguatan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham.

  • Pengungkapan wajib bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.
  • Peningkatan transparansi ini diharapkan mendukung proses penilaian investor.
  • Langkah ini bertujuan memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.

Stabilitas Rupiah dan Peran Strategis OJK

Terkait pergerakan nilai tukar, Dradjad mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan secara terburu-buru. Ia menyoroti bahwa sejumlah prediksi pelemahan rupiah sebelumnya, seperti perkiraan menembus Rp20.000 per dolar AS pada Oktober 2025 dan Rp25.000 per dolar AS pada semester I 2026, tidak terealisasi. Penilaian risiko nilai tukar harus didasarkan pada fundamental ekonomi, bukan sekadar fluktuasi harian.

Untuk menjaga ketahanan eksternal, pemerintah terus memperkuat sumber devisa, termasuk sektor pariwisata dan kontribusi pekerja migran Indonesia. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang peran vital dalam memastikan kepatuhan emiten dan menindak pelanggaran yang merugikan investor. Dradjad menutup dengan pesan agar masyarakat dan investor bersikap rasional, tidak mudah panik, dan menyadari bahwa penyedia indeks lain tidak menurunkan status Indonesia, sehingga pasar tidak akan mudah goyah jika disikapi dengan proporsional.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ