Pangdam IM Janji Investigasi Tuntas Bentrok Pidie: 1 Warga Tewas, 272 Personel Dikonsolidasi
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Insiden yang terjadi pada Rabu (4/11) dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berujung pada jatuhnya korban jiwa.
- Data resmi menunjukkan bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban , dengan rincian 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada.
- Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa kericuhan tersebut.
Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), menegaskan bahwa TNI tengah melakukan investigasi internal mendalam terkait insiden bentrokan dan penembakan yang terjadi saat penertiban bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kabupaten Pidie, Aceh. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam konferensi pers di ruang VIP Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Jumat, bersama Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), serta Kapolda Aceh.
Insiden yang terjadi pada Rabu (4/11) dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berujung pada jatuhnya korban jiwa. Data resmi menunjukkan bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban, dengan rincian 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa kericuhan tersebut.
Mekanisme Penembakan dan Konsolidasi Personel
Mahesa menjelaskan bahwa operasi penertiban melibatkan 272 personel yang tidak seluruhnya membawa senjata api. Ia membantah adanya penggunaan munisi tajam yang diarahkan ke warga, dan menyatakan bahwa tembakan yang dilepaskan hanya berupa peluru hampa dan peluru karet ke udara sebagai peringatan. "Saya meyakini dan pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun munisi tajam," tegasnya. Mahesa menambahkan bahwa situasi memanas setelah terjadi pelemparan batu dari berbagai sisi, yang memicu perintah mundur dari Dandim, namun masyarakat tetap mengejar hingga akhirnya tembakan peringatan dilakukan.
Untuk menjamin objektivitas investigasi, seluruh anggota yang terlibat dalam aksi tersebut belum dikembalikan ke satuan masing-masing dan masih dikonsolidasikan di Kodim Pidie. Senjata yang digunakan juga telah dipisahkan untuk identifikasi lebih lanjut. Mahesa menyatakan bahwa hasil investigasi internal ini akan segera disampaikan kepada publik setelah proses pendalaman selesai, meskipun ia mengakui bahwa butuh waktu beberapa hari untuk mendapatkan kesimpulan final.
Harapan Kebebasan dan Stabilitas Keamanan
Selain investigasi internal, pemerintah juga membuka ruang bagi lembaga eksternal untuk turut serta dalam pengungkapan kasus ini. Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pemerintah mempersilakan Komnas HAM untuk menyelidiki penembakan di Pidie guna memastikan transparansi dan keadilan bagi semua pihak. Langkah ini diharapkan dapat meredam spekulasi publik dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Di akhir pernyataannya, Mahesa mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Tiro, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang panas. "Kami mohon untuk seluruh masyarakat khususnya di Tiro, kami juga menghimbau untuk tidak panas, mari kita sama-sama menjaga situasi yang aman, tertib, damai," tuturnya. Ia berharap masyarakat dapat memahami proses hukum yang sedang berjalan dan menerima hasil investigasi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Pemkab Jember Raih Apresiasi Nasional atas Inovasi Layanan Publik Home Care dan GNPP 24/7

Malang Fashion Week 2026: 30 Desainer Multigenerasi Reinterpretasi Wastra Nusantara dalam Tema Regen

Ashoka Indonesia Umumkan 12 Tim Inovasi Terbaik dari 700 Pendaftar dalam Gaharu Bumi Innovation Challenge 2026
