Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

20.000 Santri Lirboyo Kediri Gelar Shalat Istisqa di Tengah Krisis Air Kemarau Berkepanjangan

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

20.000 Santri Lirboyo Kediri Gelar Shalat Istisqa di Tengah Krisis Air Kemarau Berkepanjangan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Shalat sunah ini diharapkan menjadi ikhtiar spiritual sekaligus dorongan moral bagi masyarakat dan petani untuk memohon rahmat Allah SWT agar curah hujan segera turun.
  • Menurut Gus Mu'id , minimnya curah hujan telah menyebabkan sejumlah sumber air alami menyusut signifikan.
  • Prosesi Ibadah dan Panduan Spiritual Pengasuh Pesantren Rangkaian ibadah berlangsung khidmat di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Sebanyak 20.000 santri Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, menggelar shalat Istisqa secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan sebagai respons atas kemarau berkepanjangan yang mengancam ketersediaan air bersih. Juru Bicara Lirboyo, HM Abdul Mu'id Shohib, menegaskan bahwa inisiatif ini didasari oleh dampak nyata di mana sumur pompa warga dan pesantren mengalami penyusutan drastis, sehingga harus digali lebih dalam untuk tetap mendapat pasokan air. Shalat sunah ini diharapkan menjadi ikhtiar spiritual sekaligus dorongan moral bagi masyarakat dan petani untuk memohon rahmat Allah SWT agar curah hujan segera turun.

Menurut Gus Mu'id, minimnya curah hujan telah menyebabkan sejumlah sumber air alami menyusut signifikan. Ia menyampaikan, "Hujan belum kunjung turun secara merata, dampaknya sumur pompa warga maupun pondok banyak yang menyusut drastis hingga harus digali lebih dalam." Pernyataan tersebut menggarisbawahi urgensi kondisi yang memaksa warga melakukan adaptasi fisik pada infrastruktur air mereka demi bertahan hidup di tengah musim kemarau yang tidak biasa.

Prosesi Ibadah dan Panduan Spiritual Pengasuh Pesantren

Rangkaian ibadah berlangsung khidmat di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Acara ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Prosesi diawali dengan shalat sunah dua rakaat berjamaah, dilanjutkan dengan khutbah khusus, dan ditutup dengan doa bersama. Dalam khutbahnya, K.H. Mahrus mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan tobat, merujuk pada Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10-12. Versi tersebut menegaskan perintah memohon ampunan kepada Allah SWT sebagai bagian integral dari ikhtiar memohon turunnya hujan dan keberkahan bagi negeri.

Kehadiran Pejabat Daerah dan Harapan Penyelesaian Masalah Kekeringan

Kehadiran tokoh-tokoh birokrasi dan keamanan setempat menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota K.H. Qowimuddin Thoha, beserta Kapolres Kediri Kota serta jajaran Forkopimda lainnya, turut hadir mengikuti shalat berjamaah tersebut. Kehadiran pejabat ini mempertegas sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah daerah dalam menangani dampak kekeringan. Pihak Pondok Pesantren Lirboyo menyatakan harapan besar bahwa shalat Istisqa ini menjadi ikhtiar spiritual yang efektif untuk mengakhiri kekeringan. Dengan turunnya hujan yang membawa manfaat, diharapkan masyarakat luas, khususnya para petani, dapat kembali stabil dalam aktivitas ekonomi dan sosial mereka. Kesepakatan spiritual dan sosial ini menjadi penanda kuat komitmen kolektif warga Kediri dalam menghadapi tantangan iklim yang melanda wilayah mereka.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ