Banyuwangi Kukuhkan Posisi IGA 2026 lewat 250 Inovasi Strategis dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam pemerintahan inovatif dengan mengajukan sebanyak 250 inovasi dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 .
- Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono , menyatakan bahwa seluruh usulan tersebut telah memasuki tahap nominasi setelah dipaparkan langsung kepada tim penilai secara daring.
- Layanan ini melampaui fungsi bursa kerja daring konvensional dengan membangun ekosistem komprehensif melalui fitur berikut: Bimbingan jabatan dan pendampingan karier bagi pencari kerja.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam pemerintahan inovatif dengan mengajukan sebanyak 250 inovasi dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan bahwa seluruh usulan tersebut telah memasuki tahap nominasi setelah dipaparkan langsung kepada tim penilai secara daring. Mujiono menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar tren pemanfaatan teknologi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks di tengah keterbatasan fiskal daerah yang kian terasa.
Di hadapan penguji, pemerintah daerah memprioritaskan dua inovasi unggulan yang memiliki dampak langsung pada kualitas hidup warga, yaitu Goker Wangi di sektor ketenagakerjaan dan Rindu Bulan di bidang pendidikan. Kedua program ini dirancang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas pembangunan yang secara fundamental harus berdampak positif dan terukur pada masyarakat luas, mengubah paradigma birokrasi dari sekadar pelaksana menjadi fasilitator kemajuan sosial.
Dari Bursa Kerja Inklusif hingga Peningkatan Indeks Pendidikan
Inovasi Goker Wangi (Golek Kerjo Banyuwangi) merupakan layanan terintegrasi yang berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara signifikan dari 5,42 persen pada 2021 menjadi 3,94 persen pada 2025. Layanan ini melampaui fungsi bursa kerja daring konvensional dengan membangun ekosistem komprehensif melalui fitur berikut:
- Bimbingan jabatan dan pendampingan karier bagi pencari kerja.
- Pasar kerja inklusif yang secara khusus melayani penyandang disabilitas.
- Sistem pelacakan status lamaran kerja yang transparan.
- Penilaian mandiri dan akses informasi pelatihan dari berbagai lembaga.
- Pendataan berkala anak yang putus sekolah.
- Gerakan pengembalian anak ke bangku sekolah.
- Pendampingan psikososial untuk memastikan keberlanjutan pendidikan.
Dampak Terukur dan Penilaian Juri Independen
Efektivitas kedua inovasi tersebut tercermin dari capaian angka yang impresif. Pada tahun 2025, tercatat 5.418 orang telah mengakses layanan Goker Wangi yang terintegrasi dalam aplikasi Smart Kampung. Sementara itu, inisiatif Rindu Bulan berhasil menekan jumlah anak tidak sekolah dari 4.186 anak pada 2023 menjadi 1.356 anak pada 2025, sekaligus meningkatkan jumlah desa yang menuntaskan wajib belajar 12 tahun dari tiga menjadi 74 desa dalam dua tahun. Proses seleksi yang ketat ini melibatkan 30 anggota tim penilai dari 26 instansi berbeda, yang terdiri dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, media nasional, hingga NGO, memastikan bahwa keberhasilan Banyuwangi ini merupakan hasil dari evaluasi independen yang berbasis data dan dampak nyata di lapangan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Prestasi Bersejarah Perpusnas: Dua Naskah Nusantara Resmi Diakui UNESCO sebagai Ingatan Dunia

BP MPR Dalami Desain Desentralisasi Asimetris dan Mekanisme Hibrida Pemilihan Kepala Daerah

BGN Tegaskan Tak Ada Kewajiban SPPG Pangkas Relawan MBG, Cukup Sesuaikan Biaya Operasional
