AHY: Underpass Bitung Kunci Efisiensi Logistik dan Penggerak Ekonomi Banten
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Dalam peninjauannya pada Jumat, AHY menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keselamatan kerja agar dampak positif dari infrastruktur ini benar-benar dinikmati oleh masyarakat.
- "Mari kita kawal supaya ini tuntas dengan kualitas baik dan aman.
- Safety first bagi para pekerja kita agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar AHY.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), menegaskan bahwa pembangunan underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Banten, akan memicu efek berantai yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam peninjauannya pada Jumat, AHY menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keselamatan kerja agar dampak positif dari infrastruktur ini benar-benar dinikmati oleh masyarakat. "Mari kita kawal supaya ini tuntas dengan kualitas baik dan aman. Safety first bagi para pekerja kita agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar AHY.
Menurut AHY, infrastruktur ini bukan sekadar solusi kemacetan, melainkan katalisator produktivitas. Dengan memangkas waktu tempuh dan menekan biaya logistik, distribusi komoditas akan menjadi lebih cepat dan leluasa. "Konektivitas merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya. Efisiensi ini diharapkan mampu mendorong aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan mobilitas harian masyarakat di kawasan tersebut.
Progres Fisik Melebihi Target dan Target Penurunan Kemacetan
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan underpass sepanjang 350 meter tersebut telah mencapai 70,7 persen, angka yang sedikit lebih cepat dari target perencanaan awal. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp87 miliar ini dirancang untuk mereduksi tingkat kemacetan parah di simpang Bitung secara drastis. Pemerintah menargetkan penurunan rasio volume-kapasitas (V/C ratio) dari mendekati 1,0 menjadi kisaran 0,5, yang berarti lalu lintas akan menjadi jauh lebih terurai dan lancar.
Kawasan Tangerang Raya, yang mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, dinilai sebagai penyangga strategis DKI Jakarta. Peningkatan tren urbanisasi dan pertumbuhan industri di wilayah ini menuntut dukungan infrastruktur yang andal. "Peningkatan tren urbanisasi tersebut menuntut dukungan infrastruktur yang andal guna membuka lapangan kerja baru," tutur AHY, menggarisbawahi urgensi pembangunan ini bagi stabilitas ekonomi regional.
Target Serah Terima Akhir di Februari 2027
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah telah menetapkan target penyerahan akhir pekerjaan atau provisional hand over (PHO) underpass Bitung untuk direalisasikan pada Februari 2027. Realisasi tepat waktu dari proyek ini menjadi krusial untuk memastikan manfaat ekonomi dapat segera terealisasi. Dengan kapasitas jalan yang meningkat dan waktu tempuh yang dipangkas, efisiensi besar ini diprediksi akan memperkuat fondasi ekonomi lokal Banten, menjadikannya lebih kompetitif dan responsif terhadap dinamika pasar yang terus berkembang di sekitar Ibu Kota.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dasco: DPR Tahan Wacana Hak Angket Ijazah Gibran, Tunggu Akhir Reses 8 November

Komnas HAM Segera Kirim Tim ke Pidie Usut Tuntas Kasus Penembakan Akar Kenduri Maulid

Ketum PWI Akhmad Munir Ingatkan Mahasiswa: Terapkan Kaidah Jurnalistik Saat Bermain Media Sosial
