Ekonomi Indonesia Diprediksi Tembus 5,35 Persen, Irman Faiz Angkat Proyeksi 2026 dan 2027

- Tim ekonom Bank Danamon merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 menjadi 5,35 persen , naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,2 persen.
- Kenaikan ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai 5,47 persen secara tahunan.
- Seiring dengan itu, proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2027 juga dinaikkan menjadi 5,26 persen dari angka awal 5,1 persen, menandakan pemulihan yang lebih kuat daripada yang diprediksi pasar sebelumnya.
Tim ekonom Bank Danamon merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 menjadi 5,35 persen, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,2 persen. Kenaikan ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai 5,47 persen secara tahunan. Seiring dengan itu, proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2027 juga dinaikkan menjadi 5,26 persen dari angka awal 5,1 persen, menandakan pemulihan yang lebih kuat daripada yang diprediksi pasar sebelumnya.
Revisi proyeksi ini diumumkan dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama media di Kota Sabang, Aceh, pada Kamis. Langkah ini mencerminkan keyakinan tim ekonom bahwa fundamental ekonomi negara menunjukkan tren positif, meskipun masih menghadapi tantangan struktural dalam menopang keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.
Faktor Eksternal dan Peran Strategis Net Ekspor
Lead Economist Bank Danamon, Irman Faiz, menjelaskan bahwa faktor eksternal lebih baik dari perkiraan merupakan pendorong utama revisi ini, terutama investasi yang didorong oleh sektor publik. "Ternyata ada faktor eksternal yang lebih baik daripada perkiraan, dan investasi yang kami lihat masih akan terus berlanjut terutama yang didorong oleh sektor publik termasuk tahun depan juga," ujar Faiz. Meskipun konsumsi rumah tangga dan investasi tetap menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB), perbaikan signifikan pada net ekspor menjadi katalis utama pencapaian angka 5,47 persen pada kuartal III 2026.
- Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 tercatat 5,47 persen (yoy), meningkat dari 5,29 persen pada kuartal sebelumnya.
- Kinerja ekonomi mitra dagang utama, seperti Amerika Serikat dan China, tumbuh lebih baik daripada ekspektasi pelaku pasar.
- Perbaikan net ekspor inilah yang mendorong pertumbuhan ekonomi melampaui angka 5,4 persen.
Tantangan Domestik dan Dampak Keterlambatan Konsumsi
Faiz memberikan peringatan keras bahwa perbaikan ekonomi saat ini didorong oleh kondisi eksternal, sementara komponen domestik seperti konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah justru mengalami tren penurunan. "Perbaikannya lebih kepada perbaikan kondisi eksternal dibandingkan dengan perbaikan kondisi domestik. Artinya ini masih menjadi PR kita kalau mau sustain growth-nya," tegasnya. Ia memproyeksikan bahwa dampak positif dari pemulihan ekspor baru akan terasa secara penuh terhadap konsumsi rumah tangga sekitar dua kuartal setelah peristiwa tersebut terjadi. Oleh karena itu, konsumsi rumah tangga diprediksi akan relatif lebih baik pada semester I tahun 2027, yang menjadi alasan utama mengapa proyeksi pertumbuhan tahun 2027 direvisi naik. Pemerintah perlu memastikan transmisi penerimaan dari sektor ekspor ke daya beli masyarakat berjalan efektif agar ekonomi tidak bergantung sepenuhnya pada sentimen global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

Wamenko Dradjad Tegaskan Perbaikan Fundamental Pasar Modal dan Stabilitas Rupiah

Risiko Kredit Macet Pinjaman Daring Tembus 5,36%, OJK Tekankan Penguatan Ekuitas dan Perlindungan Konsumen

Pangsa Pasar Perbankan Syariah OJK Tembus 7,53 Persen, Didorong Pembiayaan Double Digit
