Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Targetkan 20 Juta Wisatawan, ASEAN-Korea Perkuat Kolaborasi Digital dan Layanan Pariwisata

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Terkini
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Targetkan 20 Juta Wisatawan, ASEAN-Korea Perkuat Kolaborasi Digital dan Layanan Pariwisata
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Peningkatan ini didorong oleh penguatan fasilitasi perjalanan serta standarisasi kualitas layanan pariwisata regional yang dibahas dalam ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AKRT) 2026 di Jakarta, Kamis (6/11).
  • Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inklusif.
  • Target tersebut merupakan bagian dari arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025โ€“2029 serta visi Indonesia Emas 2045.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama negara-negara anggota ASEAN dan Korea Selatan menetapkan target ambisius untuk meningkatkan pertukaran wisatawan dua arah dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang. Peningkatan ini didorong oleh penguatan fasilitasi perjalanan serta standarisasi kualitas layanan pariwisata regional yang dibahas dalam ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AKRT) 2026 di Jakarta, Kamis (6/11). Martini M. Paham, Deputi Bidang SDM dan Kelembagaan Kemenpar, menegaskan bahwa fokus kerja sama kini beralih ke hasil nyata melalui pengujian inisiatif bersama dan integrasi solusi digital di seluruh rantai nilai perjalanan pelanggan.

Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inklusif. Target tersebut merupakan bagian dari arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025โ€“2029 serta visi Indonesia Emas 2045. Pertemuan di Jakarta ini merupakan kelanjutan dari dialog perdana yang berlangsung di Da Nang, Vietnam, tahun lalu, yang telah menghasilkan penilaian dasar dan identifikasi hambatan mobilitas wisatawan lintas negara.

Empat Pilar Strategis dan Integrasi Digital

Dalam forum yang berlangsung selama dua hari ini, para peserta membahas empat tema utama untuk memastikan konektivitas dan pengalaman wisatawan yang lebih baik. Fokus pembahasan diarahkan pada pelaksanaan inisiatif bersama, penyelarasan kerangka layanan, dan pemanfaatan teknologi. Rincian pembahasan utama meliputi:

  • Peningkatan keamanan dan fasilitasi perjalanan lintas negara.
  • Penguatan sistem untuk mengatasi kendala teknis perjalanan.
  • Pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten.
  • Pemahaman mendalam terhadap keragaman budaya di kawasan ASEAN.

Martini menjelaskan bahwa rekomendasi kebijakan dari forum ini akan ditindaklanjuti melalui kelompok kerja teknis agar dapat diterjemahkan menjadi langkah kelembagaan yang konkret. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan teknis ke Taman Mini Indonesia Indah pada Sabtu (7/11) untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para delegasi.

Menjembatani Persahabatan dan Dampak Ekonomi

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada angka statistik, tetapi juga pada penguatan hubungan diplomatik dan sosial. Hyun Sun Hong, Direktur Eksekutif Biro MICE Korea dari perwakilan Organisasi Pariwisata Republik Korea, menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi jembatan penting untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat persahabatan antar-pemerintahan. "Baik Korea Selatan maupun ASEAN merupakan mitra yang saling dihargai yang dapat menambahkan pengetahuan bersama melalui sektor pariwisata dan cara untuk memperkuat dampaknya pada masyarakat," ujar Hong. Dengan sinergi ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di kedua kawasan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ