Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Rupiah Tembus Rp18.075 Didorong Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III yang Melampaui Ekspektasi

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Rupiah Tembus Rp18.075 Didorong Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III yang Melampaui Ekspektasi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Rupiah menunjukkan ketangguhan signifikan pada perdagangan Kamis (5/11/2026), ditutup menguat 0,44% ke level Rp18.075 per dolar AS, berbalik arah dari posisi melemah di hari sebelumnya.
  • Kenaian nilai mata uang garuda ini dipicu oleh rilis data makroekonomi dalam negeri yang optimis serta pelemahan indeks dolar AS secara global.
  • Sepanjang sesi perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp18.055 hingga Rp18.170, menunjukkan volatilitas yang terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.

Rupiah menunjukkan ketangguhan signifikan pada perdagangan Kamis (5/11/2026), ditutup menguat 0,44% ke level Rp18.075 per dolar AS, berbalik arah dari posisi melemah di hari sebelumnya. Kenaian nilai mata uang garuda ini dipicu oleh rilis data makroekonomi dalam negeri yang optimis serta pelemahan indeks dolar AS secara global. Sepanjang sesi perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp18.055 hingga Rp18.170, menunjukkan volatilitas yang terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.

Penyebab utama penguatan ini adalah data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengonfirmasi ekspansi ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh 5,47% secara tahunan (YoY). Angka ini melampaui konsensus CNBC Indonesia dari 15 lembaga yang memprediksi pertumbuhan hanya 5,20%, serta lebih tinggi dibanding kuartal II-2026 yang sebesar 5,29%. Kinerja positif ini memberikan sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi domestik tetap solid meskipun tekanan global masih ada.

Indikator Ketenagakerjaan dan Respons Pasar Global

Selain pertumbuhan PDB, sentimen positif juga didorong oleh data ketenagakerjaan yang mencatat penurunan jumlah pengangguran. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyatakan jumlah pengangguran turun menjadi 7,38 juta orang, atau berkurang 77.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, jumlah penduduk bekerja naik 1,4 juta menjadi 147,9 juta orang. Secara eksternal, perhatian pasar terbagi pada arah kebijakan Federal Reserve; indeks DXY terpantau melemah 0,16% ke 101,405, sementara pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga AS sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 80,7% berdasarkan CME FedWatch.

Implikasi terhadap Stabilitas Rupiah dan Arah Kebijakan Moneter

Kombinasi data domestik yang cerah dan melemahnya dolar AS menciptakan 'jendela peluang' bagi rupiah untuk merealisasikan kekuatannya. Namun, stabilitas ini masih bergantung pada rilis data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan Jumat (6/11/2026). Jika data tersebut menunjukkan ekonomi AS masih kuat, The Fed mungkin akan mempertahankan kebijakan ketat, yang bisa menekan kembali mata uang global termasuk rupiah di hari berikutnya. Investor kini menunggu konfirmasi apakah fundamental Indonesia cukup kuat untuk menahan guncangan eksternal.

  • Pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2026: 5,47% YoY (vs ekspektasi 5,20%).
  • Kenaikan jumlah penduduk bekerja: +1,4 juta orang menjadi 147,9 juta.
  • Indeks DXY melemah 0,16% ke posisi 101,405.
  • Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed Desember: 80,7%.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ