GOTO Permanenkan Manfaat Buyback Lewat Pembatalan Saham Tresuri Saat Laba Konsisten
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja mendapat persetujuan pemegang saham untuk membatalkan saham treasuri dan proses buyback yang telah dilakukan sebelumnya.
- Keputusan ini mengunci manfaat kepemilikan bagi investor secara permanen di tengah upaya perusahaan memulihkan valuasi saham yang masih tertekan.
- Meski harga saham belum sepenuhnya pulih dari tekanan pasar, GOTO mencatatkan prestasi fundamental dengan mencetak laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja mendapat persetujuan pemegang saham untuk membatalkan saham treasuri dan proses buyback yang telah dilakukan sebelumnya. Keputusan ini mengunci manfaat kepemilikan bagi investor secara permanen di tengah upaya perusahaan memulihkan valuasi saham yang masih tertekan. Meski harga saham belum sepenuhnya pulih dari tekanan pasar, GOTO mencatatkan prestasi fundamental dengan mencetak laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pembatalan saham treasuri tersebut direalisasikan setelah memperoleh restu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026, dan akan selesai setelah persyaratan administratif terpenuhi. Ketika saham treasuri dibatalkan, jumlah tersebut dihapus permanen dari total saham yang diterbitkan, sehingga persentase kepemilikan setiap investor atas ekuitas perusahaan akan meningkat secara otomatis.
Abdul Azis, Analis Kiwoom Sekuritas, menjelaskan bahwa strategi ini memberikan dampak konkret bagi pemegang saham. Meskipun jumlah lembar saham fisik yang dimiliki investor tidak berubah, persentase hak atas perusahaan menjadi lebih besar karena total pasokan saham perusahaan menyusut. "Ini dilakukan saat GOTO sudah cetak laba bersih," ujar Azis, mengutip Kamis (5/11/2026). Ia menegaskan bahwa buyback sebelumnya memang telah mengurangi saham beredar di publik, tetapi pembatalan membuat pengurangan itu bersifat permanen. Dengan menghapus saham treasuri dari daftar, perusahaan menghilangkan kemungkinan saham tersebut kembali menjadi pasokan di pasar, yang secara efektif mengurangi potensi overhang atau tekanan jual di masa mendatang.
Valuasi Tembus Diskon 75% di Tengah Fundamental yang Membaik
Azis menyoroti relevansi strategi ini karena fundamental perusahaan yang membaik tersebut ternyata belum tercermin secara proporsional di harga pasar. Saat ini, saham GOTO diperdagangkan dengan diskon signifikan, sekitar 75% lebih rendah dibandingkan perusahaan sejenis. Dari pendekatan valuasi nilai perusahaan terhadap EBITDA (EV/EBITDA), GOTO hanya diperdagangkan di level 3,3x, sementara rata-rata perusahaan On-Demand Services (ODS) dan Fintech seusianya berada di kisaran 13-14x. "Harga di pasar saat ini memang belum sepenuhnya mencerminkan perubahan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan kas," tambah Azis. Perbandingannya menjadi lebih tajam jika melihat perusahaan internet lain yang tercatat di BEI, di mana GOTO menunjukkan pencapaian laba yang paling konsisten karena bottom line yang telah positif, ditopang oleh bisnis inti dan model ekosistem yang terbukti berjalan.
Laba Rp441 Miliar Jaga Gerak Ekosistem Lintas Layanan
Kinerja positif ini terlihat jelas pada kuartal III-2026, di mana GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar, memperpanjang tren profitabilitas di tengah tantangan yang masih melanda sebagian segmen bisnisnya. Bisnis Fintech melalui GoPay menjadi penopang utama laba di tengah tekanan yang dihadapi segmen On-demand Services (ODS) seperti Gojek. Hans Patuwo, Direktur Utama GOTO, menyatakan, "Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir." Keterhubungan erat antara layanan transportasi, pengantaran, pembayaran, dan keuangan menjadi kekuatan fundamental jangka panjang. Ekosistem ini membuka peluang untuk meningkatkan frekuensi transaksi dan penggunaan lintas layanan. Meskipun keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada disiplin biaya, dinamika persaingan, serta pengelolaan risiko kredit, keberlanjutan laba menjadi dasar kuat bagi potensi re-rating saham. Kombinasi pembatalan saham treasuri dengan kinerja profitabel memperkuat alasan investor untuk mencermati kesenjangan antara valuasi saat ini dan fundamental perusahaan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Buka Peluang Besar Perombakan Daftar Saham HSC Melalui Kajian Metodologi Terbaru

Jelang Operasional Januari 2027, OJK Percepat Finalisasi Empat Pilar Aturan BMKS

OJK Finalisasi Skema Disgorgement: Ganti Rugi Bagi Investor Korban Manipulasi Saham
