Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lepasliarkan Tiga Orangutan, BOSF Pastikan Hutan Kehje Sewen Aman dari Karhutla

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Lepasliarkan Tiga Orangutan, BOSF Pastikan Hutan Kehje Sewen Aman dari Karhutla
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ketiga orangutan yang dilepasliarkan terdiri atas Dennis (jantan, 11 tahun), Amesh (jantan, 12 tahun), dan Catherine (betina, 11 tahun).
  • Awalnya, rencana pelepasan mencakup empat individu, namun seorang dokter hewan, Agus Irianto , menunda keberangkatan orangutan jantan bernama Marlon karena kondisi fisik yang tidak optimal.
  • Kronologi Rinci dan Latar Belakang Evakuasi Setiap orangutan yang dilepasliarkan memiliki riwayat evakuasi yang unik.

Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Samboja Lestari bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur melepasliarkan tiga individu orangutan ke Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, pada Kamis. Aksi konservasi ini menandai pelepasan ke-27 yang dilakukan di lokasi tersebut, di mana para satwa telah melewati proses rehabilitasi untuk menguasai keterampilan bertahan hidup seperti memanjat, mencari pakan alami, dan membuat sarang.

Ketiga orangutan yang dilepasliarkan terdiri atas Dennis (jantan, 11 tahun), Amesh (jantan, 12 tahun), dan Catherine (betina, 11 tahun). Awalnya, rencana pelepasan mencakup empat individu, namun seorang dokter hewan, Agus Irianto, menunda keberangkatan orangutan jantan bernama Marlon karena kondisi fisik yang tidak optimal. Menurut Agus, penundaan ini mutlak diperlukan mengingat jarak tempuh perjalanan darat dari Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen mencapai 600 kilometer atau setara dengan 24 jam perjalanan, yang menuntut kondisi fisik satwa yang benar-benar sehat agar tidak menguras energi mereka secara berlebihan.

Kronologi Rinci dan Latar Belakang Evakuasi

Setiap orangutan yang dilepasliarkan memiliki riwayat evakuasi yang unik. Amesh dievakuasi pada September 2016 dari Sangatta Selatan setelah terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan. Ia telah melalui masa sosialisasi di Pulau 7 Samboja Lestari. Sementara itu, Dennis diselamatkan pada September 2018 di perkebunan Bengalon setelah sempat dikurung di rumah kosong. Adapun Catherine tiba di fasilitas rehabilitasi pada Juni 2019 dari Muara Badak, di mana ia sebelumnya harus menjalani perawatan intensif akibat peradangan kantung udara (air sacculitis).

  • Dennis: Jantan, 11 tahun, diselamatkan BKSDA Samarinda.
  • Amesh: Jantan, 12 tahun, dievakuasi setelah kebakaran hutan 2015.
  • Catherine: Betina, 11 tahun, dipulihkan dari komplikasi medis.

Keamanan Habitat dan Strategi Pemantauan Jangka Panjang

CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite, memastikan bahwa lokasi pelepasan seluas lebih dari 86.000 hektare tersebut aman dari kebakaran hutan dan lahan. Verifikasi ini dilakukan secara ketat melalui pantauan citra satelit dan inspeksi lapangan. "Jika kondisi tidak aman, kami tentu tidak akan berani mengambil risiko untuk melepasliarkan mereka," tegas Jamartin. Saat ini, populasi orangutan di Hutan Kehje Sewen tercatat mencapai 156 individu dengan sisa daya tampung sekitar 20 ekor.

Proses pelepasliaran ini menjadi awal dari sebuah fase pemantauan keberlanjutan. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan BKSDA Kaltim, Bambang Hari Trimarsito, mengingatkan pentingnya pengawasan pasca-lepasliaran. Manager Regional BOSF Kaltim, Aldrianto Priadjati, menjelaskan bahwa tim akan melaksanakan pengawasan harian yang intensif selama tiga hingga enam bulan pertama, yang merupakan masa kritis bagi satwa. Pemantauan akan terus dilanjutkan dengan intensitas yang lebih longgar selama satu hingga dua tahun ke depan untuk memastikan adaptasi penuh satwa di habitat alaminya.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ