KP2MI dan UKI Kolaborasi Bangun Migrant Center untuk Tingkatkan Kompetensi PMI ke Level Middle-High Skill
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- "Kolaborasi ini diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan nasional dengan kebutuhan pasar kerja global," ujar Mukhtarudin dalam keterangan resminya.
- Untuk mendukung target tersebut, KP2MI saat ini telah menjalin kerja sama dengan 12 kementerian dan lembaga serta lebih dari 40 perguruan tinggi melalui pengembangan Migrant Center.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan bahwa setiap CPMI yang dikirim ke luar negeri memiliki daya saing tinggi di mata pemberi kerja global.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi menggandeng Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan pendidikan nasional dengan kebutuhan pasar kerja global. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor KP2MI, Jakarta, yang bertujuan mengembangkan Migrant Center sebagai pusat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa langkah ini krusial karena peluang kerja internasional di berbagai sektor formal masih terbuka luas, namun menuntut keseimbangan antara keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, dan sertifikasi profesi sesuai standar negara tujuan. "Kolaborasi ini diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan nasional dengan kebutuhan pasar kerja global," ujar Mukhtarudin dalam keterangan resminya.
Strategi Transformasi dari Low Skill ke Middle-High Skill
Kerja sama ini mencakup empat pilar utama, yaitu peningkatan kompetensi, pelatihan bahasa asing, sertifikasi profesi, hingga fasilitasi penempatan dan pelindungan calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Pemerintah secara aktif mendorong transformasi profil pekerja migran agar tidak lagi didominasi oleh tenaga kerja berkeahlian rendah (low skill), melainkan berkembang menuju tenaga kerja berketerampilan menengah dan tinggi (middle-high skill).
Untuk mendukung target tersebut, KP2MI saat ini telah menjalin kerja sama dengan 12 kementerian dan lembaga serta lebih dari 40 perguruan tinggi melalui pengembangan Migrant Center. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan bahwa setiap CPMI yang dikirim ke luar negeri memiliki daya saing tinggi di mata pemberi kerja global. Hal ini juga sejalan dengan tren ekonomi yang menuntut pekerja untuk mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah cepat, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan ekonomi kuartal III yang ditopang oleh sektor-sektor produktif.
Peran Strategis UKI dan Fasilitas Pendukung
Rektor UKI, Prof. Angel Damayanti, menyatakan kesiapan kampusnya dengan menyediakan sejumlah fasilitas pendukung yang relevan, seperti lembaga sertifikasi profesi, pusat bantuan hukum, pusat karier, serta jaringan kerja sama internasional. Pengalaman UKI dalam mengirimkan lulusan keperawatan ke rumah sakit di Jepang dan Jerman menjadi bukti nyata efektivitas persiapan akademik dan profesional yang dilakukan.
Angel berharap Migrant Center dapat memberikan informasi, pendampingan, serta akses terhadap peluang kerja luar negeri yang aman dan terarah bagi mahasiswa maupun lulusan UKI. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan harkat dan martabat pekerja migran Indonesia di kancah internasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mabes Polri Resmi Detensi Tiga Jenderal di Rutan Brimob, Satu Tersangka Baru Ditahan Akibat Kondisi Kesehatan

Polri Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Dipimpin Langsung Kabareskrim

Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
