Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Menguat 1,60 Persen Didorong Kepastian Politik AS dan Antisipasi Data Ekonomi Domestik

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: Antara Pasar Modal & Antara News
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Menguat 1,60 Persen Didorong Kepastian Politik AS dan Antisipasi Data Ekonomi Domestik
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/11) dibuka menguat sebesar 78,57 poin atau 1,60 persen ke posisi 4.998,34.
  • Penguatan ini terjadi seiring keyakinan pelaku pasar bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) midterm Amerika Serikat (AS) telah memberikan kejelasan prospek pasar keuangan global.
  • Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga turut naik 9,16 poin atau 1,83 persen ke posisi 510,40, menandakan sentimen positif yang merata di antara emiten-emiten besar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/11) dibuka menguat sebesar 78,57 poin atau 1,60 persen ke posisi 4.998,34. Penguatan ini terjadi seiring keyakinan pelaku pasar bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) midterm Amerika Serikat (AS) telah memberikan kejelasan prospek pasar keuangan global. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga turut naik 9,16 poin atau 1,83 persen ke posisi 510,40, menandakan sentimen positif yang merata di antara emiten-emiten besar.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG diperkirakan akan bergerak sideways pada kisaran 4.800-5.000. Namun, penguatan signifikan indeks di bursa Wall Street, koreksi harga minyak mentah dan dolar AS, serta membaiknya harga emas berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar domestik.

Dampak Kemenangan Partai Demokrat dan Kebijakan Trump

Ratna Lim mengungkapkan bahwa faktor utama pendorong optimisme pasar berasal dari kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS, serta sikap Presiden AS Donald Trump yang menerima hasil tersebut. Sebelumnya, investor global bersikap risk off karena ketidakpastian politik, namun hal itu kini telah tereliminasi. "Kemenangan telak Partai Demokrat berpotensi mengubah dinamika kebijakan pemerintahan Trump, terutama terkait kebijakan fiskal, perdagangan internasional, dan hubungan geopolitik," ujar Ratna. Ia menambahkan bahwa hasil pemilu ini dapat membatasi ruang gerak agenda ekonomi Trump, termasuk kebijakan tarif perdagangan, yang pada gilirannya mempengaruhi arah dolar AS dan sentimen pasar.

Sebagai informasi, Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas kursi di DPR maupun Senat, serta memenangkan pemilihan gubernur di negara bagian penting seperti Texas. Meskipun demikian, Ratna mengingatkan bahwa arah kebijakan moneter The Fed tetap akan ditentukan oleh kondisi inflasi dan tenaga kerja. "Sejarah menunjukkan bahwa pasar cenderung berkinerja baik di bawah pemerintahan yang terbagi di AS, di mana lebih sedikit kebijakan dan regulasi yang dapat mengganggu prospek bisnis," tambahnya.

Antisipasi Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2026

Dari dalam negeri, investor kini menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 yang dijadwalkan pada Kamis (5/11). Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 1,3 persen secara kuartalan (qoq) dan 5,2 persen secara tahunan (yoy). Ratna Lim memperingatkan bahwa jika realisasi berada di bawah ekspektasi, hal tersebut berpotensi menekan sentimen pasar dan memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi serta prospek kinerja emiten.

"Sebaliknya, realisasi yang lebih baik dapat menjadi katalis positif bagi pasar dan memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan fundamental ekonomi domestik," pungkas Ratna. Penguatan IHSG ini juga sejalan dengan pergerakan bursa global, di mana indeks S&P 500 menguat 1,58 persen dan Dow Jones Industrial Average melonjak 3,03 persen pada Rabu (4/11), sementara bursa Asia seperti Hang Seng menguat 2,77 persen pagi ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ