Harga Minyak Brent Tembus US$93: Trump Klaim Perang Iran Tetap Dilanjutkan Meski Republik Kalah Pemilu

- Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 1 persen pada perdagangan awal Kamis, dengan minyak Brent turun 1,03 persen menjadi US$93,65 per barel dan minyak WTI melemah 1,29 persen ke level US$86,98 .
- Pelemahan signifikan ini dipicu oleh hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat di mana Partai Republik kalah, sehingga Donald Trump kini menghadapi Kongres yang dikuasai Partai Demokrat .
- Konsekuensinya, peluang serangan skala penuh terhadap Iran dinilai semakin kecil.
Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 1 persen pada perdagangan awal Kamis, dengan minyak Brent turun 1,03 persen menjadi US$93,65 per barel dan minyak WTI melemah 1,29 persen ke level US$86,98. Pelemahan signifikan ini dipicu oleh hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat di mana Partai Republik kalah, sehingga Donald Trump kini menghadapi Kongres yang dikuasai Partai Demokrat. Para analis memproyeksikan posisi politik yang melemah ini akan membatasi opsi militer AS dan mendorong de-escalasi konflik dengan Iran, sebuah skenario yang diharapkan dapat menstabilkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menurut dua sumber Reuters yang dekat dengan lingkaran pemerintahan negara-negara Teluk, dinamika politik domestik AS ini memberikan tekanan psikologis dan strategis bagi Washington untuk segera mencari kesepakatan damai. Konsekuensinya, peluang serangan skala penuh terhadap Iran dinilai semakin kecil. Jika resolusi konflik tercapai, aliran pasokan minyak dari kawasan Teluk diprediksi akan kembali normal, memulihkan stabilitas pasar energi global yang telah terguncang selama beberapa waktu terakhir akibat eskalasi tensi militer.
Dilema Strategi Trump: Antara Tekanan Kongres dan Komitmen Nuklir
Di tengah sentimen pasar yang membaik, Donald Trump justru menyatakan sikap keras dan konsisten di Gedung Putih pada Rabu. Dia menegaskan bahwa perang terhadap Iran tetap sepadan secara politik dan ekonomi, serta menyatakan tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan operasi militer tersebut. "Soal Iran, kami memang harus melakukannya dan akan terus melanjutkannya," ujar Trump. Dia juga mengakui pandangan JD Vance bahwa kemarahan pemilih atas perang tersebut menjadi pemicu utama kekalahan Republik, yang berujung pada kenaikan harga bahan bakar. Namun, Trump bersikukuh bahwa pencegahan senjata nuklir Iran adalah prioritas jangka panjang yang tidak akan diganggu gugat, bahkan dengan Konmingres yang baru.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pedagang sedang menakar ulang dampak pemilu paruh waktu terhadap langkah politik Trump. June Goh, Analis Minyak Senior Sparta Commodities, memperingatkan bahwa jalan menuju diplomasi masih sarat ketidakpastian. Meskipun ada harapan untuk kesepakatan damai, volatilitas tinggi tetap membayangi karena cadangan strategis global saat ini sangat menipis. Pasar saat ini tengah memperhitungkan peluang berakhirnya perang, namun tetap waspada terhadap dampak nyata dari perubahan kekuatan di Kongres AS terhadap kebijakan luar negeri.
Pasokan Global Kembali Surplus dan Stok Di Puncak Rendah
Dari sisi fundamental, indikator pasokan fisik mulai menunjukkan tren pemulihan yang signifikan. Beberapa analis melaporkan bahwa pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz telah pulih mendekati tingkat sebelum perang. Data JPMorgan mencatat surplus pasokan pasar sebesar 1,1 juta barel per hari pada September, yang melonjak menjadi 1,4 juta bph pada Oktober, menyamai rata-rata surplus tahun sebelumnya. Mukesh Sahdev, CEO XAnalysts, menepis kekhawatiran harga akan jatuh permanen, dengan alasan anggota Kongres Demokrat baru menjabat pada Januari 2027, sehingga opsi kebijakan militer AS saat ini tidak akan berubah secara mendadak. Namun, risiko terbesar tetap ada: Iran bisa merespons hasil pemilu dengan perlawanan yang lebih agresif, sementara EIA melaporkan persediaan minyak komersial di negara-negara konsumen utama kini berada di titik terendah dalam 15 tahun terakhir.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

OJK Perketat Pengawasan: Pedagang Kripto Wajib Tanggung Jawab Penuh atas Kehilangan Aset Nasabah

Airlangga Hartarto Pastikan Batas PTKP Direvisi 2027, KSPI Dorong Naik Jadi Rp7,5 Juta

PSEL Palembang Siap Beroperasi: Investasi Rp3 Triliun Buka Peluang 1.000 Lapangan Kerja Baru
