Gubernur Aceh Desak Penyelidikan Transparan Insiden Penembakan Maut di Pidie
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Pemerintah Aceh secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden penembakan yang menewaskan satu warga sipil dan melukai belasan lainnya di Desa Pulo Keunari, Kabupaten Pidie .
- Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (4/11) di tengah upaya penertiban bendera bulan bintang saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
- Sebagai respons resmi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf beserta Wakil Gubernur Fadhlullah meminta penanganan perkara tersebut dilakukan secara transparan dan berkeadilan.
Pemerintah Aceh secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden penembakan yang menewaskan satu warga sipil dan melukai belasan lainnya di Desa Pulo Keunari, Kabupaten Pidie. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (4/11) di tengah upaya penertiban bendera bulan bintang saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai respons resmi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf beserta Wakil Gubernur Fadhlullah meminta penanganan perkara tersebut dilakukan secara transparan dan berkeadilan. "Prinsip utamanya tetap dalam koridor perdamaian dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat," ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh pada Kamis (5/11).
Kasus ini memicu ketegangan di wilayah barat Aceh menyusul pro-kontra terkait pengibaran simbol historis tersebut. Wakil Gubernur Fadhlullah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan ia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih besar. "Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog," tutup Fadhlullah.
Dinamika Eskalasi Konflik di Lapangan
Menurut keterangan resmi Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono, aparat sebelumnya telah mencoba langkah persuasif dengan berkoordinasi dengan panitia, namun gagal mencapai kesepakatan karena panitia bersikeras mempertahankan bendera. Situasinya memanas ketika warga melakukan penolakan dan melempar batu serta kayu ke arah personel TNI yang sedang melakukan patroli. "Personel telah berupaya menenangkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," jelas Donny. Data resmi mencatat bahwa korban meninggal dunia adalah Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro. Jenazah tersebut telah dimakamkan pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB di pemakaman umum setempat.
Dalam insiden yang sama, tercatat total 14 warga menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Tidak hanya warga sipil, enam personel TNI AD juga dilaporkan terluka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Respons Institusional dan Langkah Penyelesaian
Sekitar 14 warga menjadi korban dalam insiden tersebut, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
TNI AD menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali. Mereka juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden tersebut. Peristiwa ini menyita perhatian publik, terutama dengan seruan dari berbagai tokoh, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang membahas dana otonomi khusus dan kebijakan penanganann bendera Aceh di Istana, serta harapan Yusril Ihza Mahendra agar semua pihak menjaga ketenangan dan kedamaian di Aceh.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Jubir Gerindra Desak Polri Ungkap Motif Penyadapan Ilegal yang Dinilai Mengarah ke Makar

Rp10 Triliun Bantuan Pemerintah untuk JKN Terserap Penuh, BPJS Kesehatan Pastikan Klaim Faskes Tetap Lancar

Bantah Tuduhan Ijazah Palsu, Jokowi Saksikan Foto di Ijazahnya Jelas Miliknya, Bukan Dumatno
