Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Tembus 4,5 km Status Siaga Tetap Berlaku

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Tembus 4,5 km Status Siaga Tetap Berlaku
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan meluncurnya awan panas guguran sejauh 4.500 meter pada Kamis, 5 November 2026.
  • Menurut data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan utama pagi ini bukan peristiwa tunggal, melainkan puncak dari serangkaian aktivitas yang telah terjadi sejak dini hari.
  • Kolom abu yang membubung hingga ketinggian 4.376 mdpl teramati bergerak condong ke arah selatan dan barat daya dengan intensitas tebal berwarna kelabu hingga hitam.

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan meluncurnya awan panas guguran sejauh 4.500 meter pada Kamis, 5 November 2026. Erupsi yang tercatat pada pukul 09.24 WIB ini memunculkan kolom abu vulkanik setinggi 700 meter di atas puncak, menandai bahwa status gunung tertinggi di Jawa tersebut masih bertahan di level III atau Siaga, meningkatkan urgensi kewaspadaan bagi masyarakat dan pihak terkait di lereng selatan dan tenggara.

Menurut data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan utama pagi ini bukan peristiwa tunggal, melainkan puncak dari serangkaian aktivitas yang telah terjadi sejak dini hari. Kolom abu yang membubung hingga ketinggian 4.376 mdpl teramati bergerak condong ke arah selatan dan barat daya dengan intensitas tebal berwarna kelabu hingga hitam. Data seismograf merekam durasi letusan yang cukup panjang, mencapai 7 menit 27 detik, dengan amplitudo maksimum 31 milimeter, mengindikasikan dinamika magma yang aktif di dalam kawah.

Kronologi Erupsi dan Peta Bahaya Utama

Detil waktu kejadian menunjukkan pola erupsi yang konsisten sepanjang pagi, dengan pencatatan letusan pada pukul 03.33, 05.37, 06.33, dan 08.43 WIB sebelum puncak aktivitas pada 09.24 WIB. Sigit Rian Alfian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menegaskan bahwa arah luncuran awan panas utama mengarah ke sektor tenggara, sementara sebaran abu vulkanik bertiup ke arah barat daya. Peta bahaya ini menjadi krusial karena menunjukkan bahwa jalur aliran sungai Besuk Kobokan di sisi tenggara menjadi zona risiko tertinggi bagi potensi aliran piroklastik lanjutan.

Beberapa poin kunci dari data pemantauan vulkanik tersebut meliputi:

  • Ketinggian kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak kawah.
  • Jarak luncur awan panas guguran mencapai 4.500 meter dari kawah puncak.
  • Durasi amplitudo maksimum erupsi tercatat selama 7 menit 27 detik.
  • Arah sebaran abu vulkanik dominan ke arah barat daya dan selatan.

Rekomendasi Evakuasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Menyusul eskalasi aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan tegas mengenai radius bahaya. Masyarakat dan pelaku penambangan pasir dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Batas aman ini ditetapkan untuk meminimalisasi risiko fatal akibat lontaran batu pijar dan aliran lahar yang kemungkinan besar akan terjadi jika terdapat curah hujan.

Sigit Rian Alfian mengimbau agar seluruh warga di sekitar Gunung Semeru meningkatkan tingkat kesiagaan mereka secara maksimal. "Kami imbau untuk warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Semeru terutama daerah jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan untuk meningkatkan kewaspadaannya dan selalu siaga karena potensi Awan Panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi," ujarnya. Status Siaga yang tetap dipertahankan ini menuntut koordinasi ketat antar-agensi penyelamat dan kesiapsiagaan logistik di daerah rawan bencana untuk mengantisipasi erupsi susulan yang berpotensi mengubah pola sebaran abu dan arah luncuran material vulkanik.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ