Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gorontalo Raih Capaian Tertinggi Nasional, 60,87 Persen Balita Terlacak Tumbuh Kembangnya

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Antara News
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Gorontalo Raih Capaian Tertinggi Nasional, 60,87 Persen Balita Terlacak Tumbuh Kembangnya
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Provinsi Gorontalo mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi wilayah yang memiliki capaian tertinggi secara nasional dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu.
  • Hingga September 2026, angka cakupan penimbangan dan pemantauan ini berhasil mencapai 60,87 persen , melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 55 persen.
  • Proses ini juga diperkuat oleh peran aktif Ketua Tim Pembina Posyandu, Nani Mokodongan , yang turun langsung melakukan pembinaan di Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Provinsi Gorontalo mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi wilayah yang memiliki capaian tertinggi secara nasional dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu. Hingga September 2026, angka cakupan penimbangan dan pemantauan ini berhasil mencapai 60,87 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 55 persen. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S Otoluwa, menegaskan bahwa lonjakan angka ini menandakan penguatan signifikan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak yang kini berjalan secara optimal.

Keberhasilan ini bukan sekadar hasil kerja birokrasi, melainkan buah dari komitmen tinggi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, yang mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dukungan kuat dari pimpinan daerah menjadi katalisator penting dalam memperkokoh koordinasi lintas sektor serta menggerakkan seluruh pemangku kepentingan dari tingkat provinsi hingga desa untuk meningkatkan kinerja Posyandu. Proses ini juga diperkuat oleh peran aktif Ketua Tim Pembina Posyandu, Nani Mokodongan, yang turun langsung melakukan pembinaan di Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Strategi Inovasi OPTALA dan Peran Aktif Kader

Dinkes P2KB mengidentifikasi tiga pilar utama yang menopang keberhasilan capaian ini. Pilar pertama adalah inovasi Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM, atau yang dikenal dengan singkatan OPTALA. Sebagai instrumen pemantauan dan evaluasi, OPTALA mendorong perbaikan kualitas data melalui pemberian umpan balik rutin kepada Puskesmas di seluruh kabupaten/kota, sehingga ketidaksesuaian data dapat diidentifikasi lebih awal.

Dua pilar lainnya, yaitu peran aktif kader Posyandu dan pembinaan intensif dari Tim Pembina, juga memberikan kontribusi vital.

  • Inovasi OPTALA: Memungkinkan identifikasi dini wilayah dengan capaian pelaporan rendah melalui evaluasi bulanan.
  • Peran Kader: Menjadi ujung tombak penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
  • Pembinaan Tim: Menitikberatkan pada optimalisasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang responsif.

Peran Kunci dalam Pencegahan Stunting

Anang menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya diukur dari kuantitas pelaporan, tetapi juga dari kualitas deteksi dini masalah pertumbuhan anak. Ia menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi penting untuk mencegah stunting dan gangguan perkembangan lainnya. Ke depan, Dinkes P2KB berkomitmen menjaga konsistensi pelayanan dengan terus memelihara kualitas data dan kapasitas kader, memastikan tidak ada satupun balita yang luput dari pemantauan kesehatan secara menyeluruh.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ