GKR Hemas Serukan Anggota DPD Perlu 'Menjemput Bola' dengan Datangi Menteri

- Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas , Wakil Ketua DPD RI, menyerukan agar seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengambil inisiatif proaktif dengan mendatangi langsung para menteri.
- Ia menegaskan bahwa anggota DPD tidak boleh bersikap pasif menunggu eksekutif hadir, melainkan harus aktif memacu komunikasi konstruktif demi mengawal aspirasi rakyat.
- Seruan ini disampaikan dalam diskusi bertajuk "Senator Menyapa" di Jakarta, Kamis (5/11), sebagai upaya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif.
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Wakil Ketua DPD RI, menyerukan agar seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengambil inisiatif proaktif dengan mendatangi langsung para menteri. Ia menegaskan bahwa anggota DPD tidak boleh bersikap pasif menunggu eksekutif hadir, melainkan harus aktif memacu komunikasi konstruktif demi mengawal aspirasi rakyat. Seruan ini disampaikan dalam diskusi bertajuk "Senator Menyapa" di Jakarta, Kamis (5/11), sebagai upaya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif.
Dorongan Proaktif dalam Komunikasi Kebijakan
Menurut Hemas, paradigma bahwa anggota DPD cukup menunggu menteri untuk bekerja adalah keliru. "Saya bilang kita jangan tunggu menterinya datang. Kita datangi menterinya," ujar Hemas. Langkah ini dinilai krusial agar terjadi dialog yang substantif dan produktif, memastikan setiap kebijakan yang diambil pemerintah sejalan dengan kebutuhan di akar rumput. Proaktifnya lembaga legislatif diharapkan mampu meminimalisir kesenjangan informasi dan mempercepat respons terhadap masalah publik.
Keterlibatan aktif ini juga sejalan dengan tren terbaru di mana anggota DPD semakin gencar berdialog dengan kepala daerah. "Jadi apapun yang kita harus berjalan bersama dengan pengambilan kebijakan di provinsi dan kita juga menyampaikan dan pernah mengundang juga kepala daerah," tambah Hemas. Dengan membangun jejaring yang kuat antara DPD, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, diharapkan tata kelola pemerintahan menjadi lebih terintegrasi dan responsif terhadap dinamika nasional.
BERITA TERKAIT (Politik)

Sultan Bachtiar Najamudin: Eksistensi DPD Bukan Hitung Sikap, Tapi Perubahan Nyata di Masyarakat

Dasco Bongkar Upaya Pengalihan Isu: Kasus Penyadapan Ilegal ke Rumor Cawapres

Mojtaba Khamenei Peringatkan AS: Serangan Ulang Picu Perang Luas di Tengah Kekalahan Politik Trump
