Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gagal Amankan Kemenangan Ketiga, Isyana/Rinjani Tersingkir di Babak 16 Besar Korea Open 2026

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Terkini
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gagal Amankan Kemenangan Ketiga, Isyana/Rinjani Tersingkir di Babak 16 Besar Korea Open 2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine , harus menghentikan langkah mereka di babak 16 besar turnamen bulu tangkis Korea Open 2026 .
  • Pasangan muda ini tersingkir setelah kalah dari unggulan keenam asal Jepang, Rui Hirokami/Sayaka Hobara, dalam laga tiga gim yang berlangsung sengit di Yeosu, Korea Selatan, pada Kamis (1/1).
  • Kekalahan dengan skor akhir 15-21, 21-17, 15-21 ini menandai putusnya harapan Isyana/Rinjani untuk melaju lebih jauh di turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

Ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, harus menghentikan langkah mereka di babak 16 besar turnamen bulu tangkis Korea Open 2026. Pasangan muda ini tersingkir setelah kalah dari unggulan keenam asal Jepang, Rui Hirokami/Sayaka Hobara, dalam laga tiga gim yang berlangsung sengit di Yeosu, Korea Selatan, pada Kamis (1/1). Kekalahan dengan skor akhir 15-21, 21-17, 15-21 ini menandai putusnya harapan Isyana/Rinjani untuk melaju lebih jauh di turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

Kekecewaan pasangan Indonesia ini terutama berasal dari performa di gim penentuan. Meski sempat tampil dominan dan berhasil merebut gim kedua, momentum mereka buyar di gim ketiga. Kondisi ini diungkapkan langsung oleh Isyana dalam keterangan resmi PBSI pasca-pertandingan. Ia menjelaskan bahwa perubahan tempo permainan menjadi faktor utama kegagalan mereka mempertahankan dominasi.

Analisis Teknis dan Pelajaran dari Gim Penentuan

Isyana mengakui bahwa setelah interval gim ketiga, mereka tidak menyadari bahwa pola permainan melambat dibandingkan performa di gim kedua atau awal gim ketiga. "Poinnya sempat kejar-kejaran tapi ketika tersusul hawa kami makin turun, permainannya juga," ujar Isyana. Ia menilai situasi tersebut sebagai pelajaran berharga agar lebih cepat membaca situasi dan mengubah strategi ketika lawan mulai mengejar perolehan poin. "Hari ini kami belajar saat tersusul 2-3 poin harus cepat-cepat mengubah pola atau berpikir bagaimana caranya untuk bisa balikin lagi," tambahnya.

Rinjani turut menilai bahwa meskipun hasil akhir membawa kekalahan, proses permainan mereka menunjukkan perkembangan signifikan. Khususnya dalam aspek kemampuan menerjemahkan hasil latihan ke dalam dinamika pertandingan nyata. Ia menilai bahwa sejak tampil di Kudus, implementasi dari program latihan mulai terlihat jelas di lapangan.

Pengembangan Kualitas dan Pengalaman Berharga

Secara keseluruhan, Rinjani mengungkapkan rasa syukur atas proses permainan mereka di turnament tersebut. "Alhamdulillah hari ini permainannya cukup baik. Kami cukup senang bisa bermain seperti sekarang. Sebenarnya semenjak di Kudus apa yang kami latih itu sudah keluar di pertandingan, ke depan semoga kami bisa terus lebih baik," kata Rinjani. Ia memandang kesempatan berhadapan dengan pasangan unggulan Jepang bukan semata-mata tentang hasil skor, melainkan sebagai pengalaman penting untuk meningkatkan kaliber permainan mereka di level internasional.

Kekalahan ini tetap dinilai sebagai proses yang konstruktif bagi pasangan muda tersebut. Seperti yang disampaikan Rinjani, "Tampil di sini pun jadi pengalaman terbaik buat kami." Pengalaman langsung melawan pemain kelas dunia di turnamen Super 500 diharapkan menjadi bekal mental dan teknis untuk persiapan ke turnamen-tournament berikutnya, di mana Isyana dan Rinjani diharapkan mampu tampil lebih adaptif terhadap perubahan dinamika pertandingan di lapangan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ