Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Eskalasi Penertiban Bendera di Pidie Berujung Tragedi: 1 Warga Tewas, 19 Orang Luka

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News & CNN Nasional & Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Eskalasi Penertiban Bendera di Pidie Berujung Tragedi: 1 Warga Tewas, 19 Orang Luka
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Konflik atas pengibaran Bendera Bulan Bintang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pidie, Aceh, memburuk menjadi kekerasan fatal pada Rabu (4/11).
  • TNI AD mengonfirmasi satu warga sipil tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka setelah upaya persuasif aparat gagal meredam penolakan panitia acara.
  • Insiden ini memicu ketegangan tinggi, di mana massa melakukan aksi pelemparan batu dan kayu yang memaksa personel melakukan tindakan pengamanan bertahap menggunakan munisi hampa dan karet.

Konflik atas pengibaran Bendera Bulan Bintang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pidie, Aceh, memburuk menjadi kekerasan fatal pada Rabu (4/11). TNI AD mengonfirmasi satu warga sipil tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka setelah upaya persuasif aparat gagal meredam penolakan panitia acara. Insiden ini memicu ketegangan tinggi, di mana massa melakukan aksi pelemparan batu dan kayu yang memaksa personel melakukan tindakan pengamanan bertahap menggunakan munisi hampa dan karet.

Menurut keterangan resmi TNI AD yang diterima ANTARA di Jakarta, peristiwa bermula dari penurunan bendera di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro. Meskipun aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah humanis, panitia bersikeras mempertahankan bendera tersebut. Ketiadaan kesepakatan ini berujung pada eskalasi konflik fisik ketika warga melakukan penolakan, sehingga personel terpaksa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara untuk membubarkan massa demi keselamatan anggota di lapangan.

Dua Sisi Narasi: Klaim Ketertiban versus Desakan Transparansi Hukum

Di tengah insiden di Pidie, TNI AD juga menyatakan tengah mengantisipasi kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan tersebut direlokasi dari Desa Udeung Poroh ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo. Brigjen Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, membenarkan kronologi peristiwa dan menegaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan karena keselamatan personel terancam setelah massa menunjukkan tindakan anarkis.

Sebagai bentuk tanggung jawab, berikut rincian data korban yang dirilis TNI AD:

  • Warga Sipil: 14 total (1 meninggal dunia, 13 luka-luka).
  • Personel: 6 orang mengalami luka-luka dan telah ditangani secara medis.
  • Meninggal Dunia: Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, yang dimakamkan pada Kamis dini hari di pemakaman umum setempat.

Respons Pemprov Aceh: Imperatif Hukum dan Prinsip Perdamaian

Pemerintah Aceh merespons kejadian tersebut dengan mendesak agar insiden diusut tuntas melalui proses hukum. Nurlis Effendi, Juru Bicara Pemerintah, menyatakan bahwa Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah menegaskan prinsip penanganan harus transparan, adil, dan tidak melukai hati rakyat. Fadhlullah menegaskan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, mengimbau agar polemik bendera diselesaikan secara bermartabat tanpa mengorbankan nyawa warga, demi mencegah konflik yang lebih besar di Aceh.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ