Bio Farma Buka Peluang Formulasi Vaksin TB M72 di Dalam Negeri untuk Perkuat Kesiapan Indonesia
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- PT Bio Farma (Persero) secara resmi membuka peluang kerja sama strategis untuk formulasi kandidat vaksin tuberkulosis (TB) M72/AS01E di dalam negeri.
- Langkah ini diumumkan oleh Fitri Puspadewi , Direktur Komersial Bio Farma, dalam rangkaian 40th Stop TB Partnership Board Meeting yang berlangsung di Bali pada Kamis (5/11/2026).
- Inisiatif ini bertujuan agar Indonesia lebih siap memenuhi kebutuhan vaksin TB generasi baru dengan memanfaatkan kapasitas produksi lokal.
PT Bio Farma (Persero) secara resmi membuka peluang kerja sama strategis untuk formulasi kandidat vaksin tuberkulosis (TB) M72/AS01E di dalam negeri. Langkah ini diumumkan oleh Fitri Puspadewi, Direktur Komersial Bio Farma, dalam rangkaian 40th Stop TB Partnership Board Meeting yang berlangsung di Bali pada Kamis (5/11/2026). Inisiatif ini bertujuan agar Indonesia lebih siap memenuhi kebutuhan vaksin TB generasi baru dengan memanfaatkan kapasitas produksi lokal.
Kandidat vaksin M72/AS01E, yang dikembangkan oleh GSK hingga uji klinik fase 2, kini tengah menjalani uji klinik fase 3 yang disponsori oleh Gates Medical Research Institute (Gates MRI). BPOM telah menyetujui pelaksanaan uji klinik tersebut di Indonesia. Pada Juli 2026, Gates MRI juga mengumumkan kesepakatan dengan Serum Institute of India untuk menyiapkan produksi antigen M72, dengan rencana melibatkan produsen lokal di Indonesia dan Afrika Selatan dalam bagian tertentu dari rantai pasok.
Progres Uji Klinik dan Kolaborasi Rantai Pasok Global
Formulasi vaksin di Indonesia masih memerlukan kesepakatan lebih lanjut dengan mitra, sementara produksi komersial sepenuhnya bergantung pada hasil akhir uji klinik dan persetujuan regulator. Posisi Indonesia yang strategis dalam penanganan TB semakin ditegaskan oleh data WHO yang menempatkan Indonesia di urutan kedua setelah India berdasarkan estimasi jumlah penderita TB pada 2024. Bio Farma sendiri memiliki rekam jejak kuat dalam produksi vaksin BCG untuk program imunisasi dasar serta pengembangan Lipovaxin bersama Lipotek, yang telah mendapat persetujuan BPOM untuk uji klinik fase 1.
- M72/AS01E: Sedang dalam uji klinik fase 3 di Indonesia.
- Lipovaxin: Vaksin berbasis liposom yang telah disetujui BPOM untuk uji klinik fase 1.
- Posisi TB: Indonesia peringkat 2 dunia setelah India (Data WHO 2024).
Ekspansi Diagnostik Molekuler untuk Akses Layanan Primer
Selain aspek vaksin, Bio Farma juga memperkuat sisi diagnostik melalui kerja sama dengan Becton Dickinson (BD) untuk pasokan dan distribusi perangkat pemeriksaan TB. Fitri Puspadewi menyoroti potensi tes molekuler near point of care (NPOC), seperti MiniDock MTB dari Pluslife, untuk diintegrasikan ke fasilitas layanan primer. โKami ingin masyarakat lebih mudah menjalani pemeriksaan awal TB. Jika perangkat tes molekuler tersedia di puskesmas, pasien bisa diperiksa lebih dekat dengan tempat tinggalnya,โ ujar Fitri. Rekomendasi WHO mendukung penggunaan tes dalam kelas ini untuk diagnosis awal pada remaja dan orang dewasa dengan gejala atau hasil skrining positif TB paru, sehingga mempercepat deteksi dan penanganan kasus di tingkat komunitas.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

MALIQ & D'Essentials Luncurkan Album ke-10 'Kabar Gembira' Sambil Hadirkan Eksibisi Kreatif di Ashta District 8

OJK Perintahkan Bank Periksa Mendalam 39.923 Rekening Terindikasi Judi Daring

Duka Nasional: Dua Prajurit TNI AD Gugur Mewakili Tugas Negara Padamkan Karhutla di Kalteng
