AKRT 2026 di Jakarta Targetkan Lonjakan Kunjungan Wisata ASEAN-Korea Jadi 20 Juta
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI, Martini M.
- Pertemuan ini selaras dengan komitmen transformasi menuju praktik usaha pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.
- Dari forum ini diharapkan lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat konektivitas dan kapasitas industri wisata di kedua blok negara.
Jakarta (ANTARA) - ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AKRT) 2026 yang akan digelar di Jakarta dari 4 sampai 7 November ditargetkan menjadi pemicu utama percepatan kerja sama pariwisata antara kawasan Asia Tenggara dan Republik Korea. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI, Martini M. Paham, menegaskan bahwa misi utama kolaborasi ini adalah memperluas pertukaran dua arah dengan target ambisius meningkatkan jumlah kunjungan dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang, tetap menjaga keseimbangan arus perjalanan di seluruh kawasan.
Pertemuan ini selaras dengan komitmen transformasi menuju praktik usaha pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia. Dari forum ini diharapkan lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat konektivitas dan kapasitas industri wisata di kedua blok negara.
Fokus Rancangan Kebijakan dan Peningkatan Kompetensi
Agenda AKRT 2026 membahas empat pilar utama, yaitu:
- Peningkatan keamanan dan kemudahan perjalanan;
- Penyempurnaan sistem kepercayaan wisatawan;
- Peningkatan kompetensi sumber daya manusia;
- Penguatan pemahaman keberagaman budaya.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, membeberkan data bahwa ASEAN mencatat sekitar 147 juta kunjungan internasional pada 2025. Dari jumlah tersebut, hampir 42 persen berasal dari sesama negara ASEAN, sementara total kunjungan di kawasan ASEAN Plus Tiga (termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan) mencapai 244 juta pada tahun yang sama.
Dampak Konektivitas dan Peran Teknologi AI
Kao mencatat bahwa Korea Selatan merupakan pasar vital bagi ASEAN, dengan lebih dari 9,6 juta wisatawan berkunjung setiap tahun. Ia mengusulkan perluasan konektivitas ke kota-kota sekunder untuk mengurangi kepadatan destinasi utama, sekaligus memacu layanan wisata digital dan kapasitas SDM pariwisata.
Secara paralel, Ketua Dewan AI ASEAN, Ethel Agnes Pascua-Valenzuela, menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap industri ini dengan menghadirkan pengalaman perjalanan imersif. Ia mendesak institusi pendidikan menyelaraskan kurikulum pariwisata dan perhotelan dengan perkembangan teknologi, serta mendorong kolaborasi lintas negara dalam pemanfaatan digital dan AI untuk memajukan industri pariwisata berkelanjutan di masa depan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

MALIQ & D'Essentials Luncurkan Album ke-10 'Kabar Gembira' Sambil Hadirkan Eksibisi Kreatif di Ashta District 8

OJK Perintahkan Bank Periksa Mendalam 39.923 Rekening Terindikasi Judi Daring

Duka Nasional: Dua Prajurit TNI AD Gugur Mewakili Tugas Negara Padamkan Karhutla di Kalteng
