Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Rommy Soekarno Peringatkan: Kedaulatan Digital dan Antariksa Jadi Ujian Geopolitik Baru Indonesia

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Terkini
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Rommy Soekarno Peringatkan: Kedaulatan Digital dan Antariksa Jadi Ujian Geopolitik Baru Indonesia
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pernyataan ini disampaikan di tengah urgensi penguatan literasi bagi Generasi Z (Gen-Z) agar tidak sekadar menjadi konsumen pasif teknologi multinasional.
  • Rommy menekankan bahwa kedaulatan suatu negara kini sangat bergantung pada siapa yang menguasai aset teknologi dan informasi domestiknya.
  • Pergeseran Paradigma Keamanan: Dari Siber ke Outer Space Rommy mendesak penguatan kapasitas teknologi nasional melalui ketahanan keamanan siber, kemandirian mahadata, dan riset kecerdasan buatan (AI).

Rommy Soekarno, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno, memperingatkan bahwa lanskap geopolitik abad ke-21 telah mengalami pergeseran fundamental dari perebutan wilayah teritorial menjadi dominasi ruang digital dan antariksa. Dalam acara Pelatihan Penguatan Literasi Geopolitik di Kampus Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat, ia menegaskan bahwa persaingan kekuatan global kini tidak lagi hanya ditentukan oleh militer, melainkan oleh kendali atas data, infrastruktur komputasi, dan konstelasi satelit.

Pernyataan ini disampaikan di tengah urgensi penguatan literasi bagi Generasi Z (Gen-Z) agar tidak sekadar menjadi konsumen pasif teknologi multinasional. Rommy menekankan bahwa kedaulatan suatu negara kini sangat bergantung pada siapa yang menguasai aset teknologi dan informasi domestiknya.

Pergeseran Paradigma Keamanan: Dari Siber ke Outer Space

Rommy mendesak penguatan kapasitas teknologi nasional melalui ketahanan keamanan siber, kemandirian mahadata, dan riset kecerdasan buatan (AI). Ia mempertanyakan siapa yang mengendalikan data Indonesia, menegaskan, "Jangan sampai Indonesia merdeka secara geografis, tapi takluk secara digital."

  • Perebutan kekuatan baru berfokus pada kepemilikan data, AI, semikonduktor, dan infrastruktur komputasi.
  • Persaingan antariksa semakin tajam dengan ribuan satelit orbit rendah yang mengitari wilayah nusantara.
  • Regulasi proteksi ketat dibutuhkan untuk menjaga kerahasiaan komunikasi nasional di tengah dominasi platform asing.

Ancaman Q-Day dan Tanggung Jawab Historis Generasi Muda

Andi Widjajanto, mantan Gubernur Lemhannas RI, menambahkan dimensi teknis melalui potensi bahaya quantum day (Q-Day) yang diprediksi terjadi pada 2031-2037. Era ini ditandai dengan kemampuan komputasi kuantum meretas seluruh kode enkripsi konvensional, termasuk keamanan email, WhatsApp, hingga GoPay, memaksa beralih ke teknologi kuantum optik.

Andi mengaitkan hal ini dengan fenomena black swan yang membentuk kesadaran Gen-Z. Ia menegaskan bahwa kampus Universitas Bung Karno harus menjadi garda terdepan untuk menuntaskan konsolidasi demokrasi yang belum sempurna di era reformasi 1998. "Kemerdekaan sejati bukan hanya menjaga wilayah, tapi menentukan masa depan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi," tegas Rommy menutup paparannya.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ