Kemensos Bekali 800 SDM Sekolah Rakyat untuk Perkuat Rehabilitasi Siswa Miskin
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membekali 800 sumber daya manusia (SDM) dari tiga unsur utama untuk memperkuat tata kelola dan pendampingan siswa di Sekolah Rakyat.
- Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau kegiatan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu.
- Pembekalan ini menjadi kunci operasional karena Sekolah Rakyat memiliki mandat multidimensi yang melampaui sekadar transfer ilmu akademis.
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membekali 800 sumber daya manusia (SDM) dari tiga unsur utama untuk memperkuat tata kelola dan pendampingan siswa di Sekolah Rakyat. Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau kegiatan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu. Pembekalan ini menjadi kunci operasional karena Sekolah Rakyat memiliki mandat multidimensi yang melampaui sekadar transfer ilmu akademis.
Gus Ipul menjelaskan bahwa 800 peserta tersebut berasal dari tiga divisi esensial: manajemen kasus, satuan pengamanan, dan pengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik). "Kita tahu Sekolah Rakyat itu ada beberapa fungsi, yang pertama edukasi, rehabilitasi, dan di sana juga ada pemberdayaan. Sehingga kita butuh SDM yang bekerja dengan baik di bidang masing-masing," ujar Gus Ipul. Ia menegaskan bahwa profesionalisme tenaga pendukung ini krusial untuk memastikan layanan berjalan efisien dan berpihak pada kesejahteraan siswa. Seperti yang pernah ditegaskan dalam kebijakan sebelumnya, SDM Sekolah Rakyat wajib berpegang teguh pada kode etik dan disiplin.
Strategi Pendekatan Khusus bagi Siswa Desil Satu dan Dua
Tantangan utama di Sekolah Rakyat adalah latar belakang sosial-ekonomi siswanya yang berasal dari kelompok kesejahteraan desil satu dan dua, atau kelompok termiskin. Karena penerimaan siswa tidak melalui tes akademik dan banyak dari mereka yang pernah putus sekolah bertahun-tahun, pendekatan adaptif menjadi prioritas. Tenaga manajemen kasus disiapkan khusus untuk menangani persoalan personal siswa, termasuk layanan rehabilitasi jika diperlukan, sehingga mereka tidak hanya belajar, tetapi juga pulih secara psikososial.
Selain itu, penguatan kapasitas pengelola Dapodik sangat vital. Data pendidikan siswa yang datang dari latar belakang informal atau tidak bersekolah formal sebelumnya memerlukan pencatatan dan pemutakhiran yang akurat. Hal ini memastikan setiap anak tetap memiliki rekam jejak pendidikan yang valid di sistem nasional, sebuah aspek yang sering terlewat pada kelompok anak jalanan atau pekerja anak yang ditarik kembali ke bangku sekolah.
Dampak Lintas Sektor: Layanan 45.000 Siswa dan Target Ekspansi
Penguatan SDM ini berdampak langsung pada keberlangsungan program yang saat ini telah melayani sekitar 45.000 siswa. Dengan tata kelola yang lebih disiplin dan kode etik yang tegas, kualitas pendampingan diharapkan meningkat, membantu siswa beradaptasi dengan jadwal berasrama yang ketat namun terstruktur. Menyangkut infrastruktur, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas minimal 2.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Perkembangan infrastrukturnya pun menunjukkan capaian signifikan: 100 gedung permanen telah tersedia, di mana 93 unit sudah beroperasi dan sisanya dalam pembangunan. "Intinya, SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Bapak Presiden," pungkas Gus Ipul, menegaskan komitmen Kemensos dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan rehabilitatif.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

TEP Unair Gandakan Produksi Telur di Parigi Moutong Lewat Pakan Lokal dan Manajemen Modern

Menko Polkam Dudung Abdurachman Angkat Bicara: Kasus Tersangka LSP Jadi Momentum Pembenahan Polri

Bentrokan Kafe Berujung Kematian Pratu, Sertu Rafy Didakwa Tembak Sekeluarga Jarak Dekat
