Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Disney Genjot Efisiensi 20 Persen: PHK Ribuan Karyawan Jadi Jalan Keluar di Tengah Tekanan Industri

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Disney Genjot Efisiensi 20 Persen: PHK Ribuan Karyawan Jadi Jalan Keluar di Tengah Tekanan Industri
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah drastis ini diambil manajemen untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perlambatan pendapatan dari televisi tradisional dan intensifikasi persaingan dari platform digital.
  • Struktur organisasi Disney yang sangat besar menghadapi tekanan untuk beradaptasi.
  • Pada akhir tahun fiskal terakhir, raksasa hiburan ini mencatatkan jumlah karyawan mencapai 231 ribu orang di seluruh dunia.

Walt Disney Co. resmi mempercepat langkah restrukturisasi besar-besaran dengan menargetkan penghematan biaya operasional tahunan sebesar 20 persen, sebuah keputusan krusial yang mengancam ribuan posisi kerja karyawan globalnya. Langkah drastis ini diambil manajemen untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perlambatan pendapatan dari televisi tradisional dan intensifikasi persaingan dari platform digital. Menurut data yang dikutip dari Bloomberg pada Rabu (4/11), target efisiensi tersebut akan dicapai melalui kombinasi pengurangan jumlah karyawan dan pemangkasan berbagai lini pengeluaran korporasi, dengan fokus utama pada divisi-divisi yang dianggap belum optimal.

Struktur organisasi Disney yang sangat besar menghadapi tekanan untuk beradaptasi. Pada akhir tahun fiskal terakhir, raksasa hiburan ini mencatatkan jumlah karyawan mencapai 231 ribu orang di seluruh dunia. Oleh karena itu, implementasi efisiensi tidak hanya menyentuh satu segmen, melainkan berimbas pada berbagai pilar bisnis, mulai dari studio film, saluran televisi, hingga unit taman hiburan dan pengalaman wisata. Beberapa lini bisnis diperkirakan akan merasakan dampak yang lebih signifikan dibandingkan unit lainnya, terutama dalam pemangkasan biaya tetap yang membengkak selama beberapa tahun terakhir.

Fokus Implementasi dan Alokasi Dana Ulang

Chief Executive Officer (CEO) Josh D'Amaro menyatakan bahwa sebagian besar dana hasil penghematan tidak akan dihilangkan, melainkan akan diinvestasikan kembali untuk menggerakkan pertumbuhan di masa depan. Alokasi tersebut difokuskan pada pengembangan program film dan televisi baru, pembaruan teknologi, serta ekspansi fasilitas taman hiburan dan kapal pesiar. Kebijakan ini sejalan dengan ambisi perusahaan yang menargetkan pertumbuhan laba per saham yang disesuaikan (adjusted earnings per share) hingga dua digit pada tahun fiskal berjalan. Ini merupakan kelanjutan dari tren efisiensi yang sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya, di mana Disney telah memangkas biaya miliaran dolar AS dan menghapus ribuan posisi, termasuk di divisi ABC, Pixar, ESPN, dan unit bisnis pengalaman.

Selanjutnya, Dana Walden, Presiden Disney yang menyampaikan pernyataan tersebut pada konferensi Bloomberg Screentime di Los Angeles, menegaskan urgensi transformasi struktural. Ia mengakui bahwa proses ini membawa dampak emosional yang berat bagi perusahaan. "Teknologi kini mulai menyasar bisnis kami. Karena itu, kami harus mampu bertahan, berkembang, dan terus tumbuh. Itulah yang akan kami lakukan," ujar Walden. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Disney tidak akan menutup mata terhadap ancaman disrupsi digital yang terus membayangi industri hiburan global.

Konteks Industri dan Dampak Kompetitif

Keputusan Disney ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan respons terhadap gelombang PHK masif yang melanda sektor hiburan secara umum. Perusahaan pesaing seperti Netflix Inc., Sony Pictures, Paramount, dan Warner Bros juga melakukan pemangkasan serupa. Fenomena ini didorong oleh dua faktor utama: penurunan drastis pendapatan dari model bisnis televisi konvensional dan melambatnya akuisisi pelanggan baru pada layanan streaming.

Di sisi lain, persaingan kini tidak hanya datang dari sesama studio hiburan, tetapi juga dari media sosial, platform video daring, dan layanan streaming yang didanai oleh raksasa teknologi seperti Amazon.com Inc. dan Apple Inc.. Kompetisi memperebutkan waktu tonton penonton yang terbatas ini memaksa Disney untuk memangkas biaya hingga ke tulang rusuknya. Dengan mengoptimalkan struktur organisasi melalui efisiensi 20 persen, Disney berharap dapat mengonsolidasikan posisinya, mengurangi ketergantungan pada model lama, dan memastikan kelangsungan bisnisnya di era di mana konten digital menjadi raja. Restrukturisasi ini menandai bab baru dalam sejarah Disney: bertransformasi dari raksasa media tradisional menjadi entitas teknologi hiburan yang lebih lincah dan fokus pada profitabilitas inti. Tekanan asing juga kerap mempengaruhi sentimen pasar korporasi global, sehingga efisiensi menjadi kunci utama bagi perusahaan-perusahaan besar untuk mempertahankan stabilitas finansial di tengah ketidakpastian ekonomi makro.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ