Laba Bersih SeaBank Capai Rp1,11 Triliun, Basis Nasabah Tembus 39 Juta Orang
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Di tengah volatilitas ekonomi global, SeaBank membuktikan ketahanan fundamental bisnisnya dengan membukukan kinerja keuangan yang solid.
- Pencapaian ini menegaskan keberhasilan strategi digital banking yang mengintegrasikan pertumbuhan kredit dengan efisiensi operasional yang ketat.
- Presisi dalam manajemen risiko menjadi kunci utama keberhasilan SeaBank.
Di tengah volatilitas ekonomi global, SeaBank membuktikan ketahanan fundamental bisnisnya dengan membukukan kinerja keuangan yang solid. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, entitas anak perusahaan Sea Limited tersebut mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,11 triliun, yang mana untuk periode kuartal III (Juli-September) saja, laba bersihnya mencapai Rp362,7 miliar. Pencapaian ini menegaskan keberhasilan strategi digital banking yang mengintegrasikan pertumbuhan kredit dengan efisiensi operasional yang ketat.
Presisi dalam manajemen risiko menjadi kunci utama keberhasilan SeaBank. Kualitas aset tetap terjaga pada level prima dengan rasio kredit bermasalah (NPL) Gross sebesar 1,84% dan NPL Net di angka 0,14%. Angka ini mengalami perbaikan dari kuartal sebelumnya dan masih jauh berada di bawah batas toleransi regulator sebesar 5%. Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) tetap stabil di level 20,05%, menunjukkan kekuatan permodalan yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis ke depan.
Efisiensi Operasional dan Penguatan Ekosistem Digital
Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh akselerasi fungsi intermediasi, penguatan skema pinjaman langsung, serta integrasi ekosistem digital. Total aset SeaBank melonjak menjadi Rp58,42 triliun, naik signifikan dari Rp39,6 triliun pada September 2025, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp42,86 triliun. Kepercayaan nasabah terhadap platform SeaBank semakin meningkat, ditandai dengan jumlah nasabah yang menembus lebih dari 39 juta orang hingga akhir September 2026.
Kepuasan pengguna tercermin dari rata-rata transaksi harian yang melampaui 21 juta transaksi, dengan volume perputaran uang harian mencapai Rp8,2 triliun pada September 2026. Sasmaya menegaskan, "Kami tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit dan disiplin menjaga efisiensi operasional. Ke depan, SeaBank akan terus memperkuat infrastruktur teknologi dan keamanan." Strategi ini sejalan dengan komitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengakuan Lembaga Pemeringkat dan Dominasi Pasar
Fundamental prospek bisnis SeaBank semakin diperkuat oleh pengakuan independen dari Fitch Ratings Indonesia yang menetapkan peringkat nasional jangka panjang pada level AA+(idn) dengan outlook stabil. Penilaian ini mempertimbangkan profil kredit SeaBank serta ekspektasi dukungan dari pemegang saham pengendali, Sea Limited, yang berperan strategis dalam industri jasa keuangan digital Indonesia.
Berdasarkan survei Ipsos yang dirilis September 2026, SeaBank meraih persepsi positif tertinggi di antara bank digital lainnya dalam beberapa aspek kunci. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- 67% responden menilai kelancaran dan kecepatan respons transaksi.
- 66% responden mengakui stabilitas aplikasi dengan minim gangguan teknis.
- 56% responden menyatakan kemudahan dalam memahami tampilan aplikasi.
- 54% responden merasa proses pembukaan rekening sangat mudah.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Dampak Reklasifikasi MSCI: Saham PGE Tertekan, Namun Fundamental Bisnis Geothermal Tetap Kokoh

Bahlil Lahadalia Targetkan Pembangunan Storage Nasional untuk Tampung Cadangan Energi 90 Hari

RANS Entertaintmen Ingkar Dugaan Bayar Warga di Carnival Jogja, Klaim Acara Tetap Gratis
