Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

30 Kader Kepulauan Seribu Dikukuhkan sebagai Barisan Depan Perang Melawan Stunting

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

30 Kader Kepulauan Seribu Dikukuhkan sebagai Barisan Depan Perang Melawan Stunting
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengambil langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting dengan memfokuskan kekuatan pada lini paling depan: masyarakat dan penggerak ruang publik.
  • Melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) , Pemkab mengukuhkan peran Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) sebagai pusat edukasi gizi.
  • Kebijakan ini diwujudkan melalui pelatihan intensif bagi 30 orang tenaga lapangan yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis dalam mendeteksi dini dan mendampingi keluarga berisiko stunting.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengambil langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting dengan memfokuskan kekuatan pada lini paling depan: masyarakat dan penggerak ruang publik. Melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP), Pemkab mengukuhkan peran Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) sebagai pusat edukasi gizi. Kebijakan ini diwujudkan melalui pelatihan intensif bagi 30 orang tenaga lapangan yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis dalam mendeteksi dini dan mendampingi keluarga berisiko stunting.

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan respons nyata terhadap tantangan geografis wilayah kepulauan. Menurut Simon Baginda Pardomuan Panjaitan, Kepala Sudin PPAPP, penyamaan persepsi menjadi kunci agar intervensi gizi tidak hanya berhenti di meja rapat, tetapi terimplementasi langsung ke dapur-dapur rumah tangga. "Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi serta menyamakan persepsi tenaga lapangan dalam menjalankan pendampingan keluarga berisiko stunting," ujar Simon saat membuka acara di Jakarta.

Morfologi Peserta dan Skala Kebijakan

Partisipasi dalam program ini sangat tersegmentasi dan mencakup berbagai pilar sosial yang memiliki akar di komunitas. Ke-30 peserta tersebut bukan hanya satu elemen, melainkan gabungan dari:

  • Kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
  • Dasawisma dan Posyandu
  • Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat)
  • Pengelola RPTRA
Danai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun 2026, proses ini tidak berhenti di satu titik. Simon menegaskan bahwa edukasi ini akan dilakukan secara bergiliran di enam kelurahan di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, menciptakan jaringan pertahanan gizi yang merata dari hulu ke hilir.

Dimensi Pulau: Ujung Tombak Sosialisasi

Berkat tantangan mobilitas di wilayah perairan, peran kader menjadi semakin krusial. Jamaluddin, Lurah Pulau Panggang, menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh harus segera ditransfer, bukan disimpan. "Kader merupakan ujung tombak sosialisasi. Pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi yang didapat hari ini harus langsung ditransfer kepada warga, khususnya bagi keluarga sasaran," tegas Jamaluddin. Bagi masyarakat Pulau Panggang dan sekitarnya, peran ini memastikan bahwa pola hidup sehat tidak lagi menjadi jargon, melainkan praktik harian yang dibimbing oleh figur komunitas yang dipercaya.

Secara keseluruhan, penguatan kapasitas SDM lokal ini menjadi tulang punggung strategi nasional dalam menangani gagal tumbuh anak di daerah yang terisolasi. Dengan memadukan kekuatan posyandu, RPTRA, dan peran PKK di bawah naungan DAK, Pemkab Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa pendekatan yang berbasis komunitas adalah kunci paling efektif dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah pesisir.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ