Ditlantas Metro Siagakan 1.550 Personel, Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Jelang Demo 24 September

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ditlantas Metro Siagakan 1.550 Personel, Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Jelang Demo 24 September
BAGIKAN:

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyiapkan strategi pengalihan arus secara situasional guna mengantisipasi potensi kemacetan akibat rencana aksi demonstrasi pada Kamis, 24 September 2026. Langkah preventif ini diambil setelah mempertimbangkan eskalasi massa dan dinamika keamanan di titik-titik strategis ibu kota.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah menegaskan bahwa kebijakan alih arus tidak bersifat otomatis atau kaku. Penerapannya sangat bergantung pada realitas lapangan, mencakup volume kendaraan, jumlah peserta aksi, serta perkembangan situasi keamanan yang terus dipantau secara real-time. Sebanyak 1.550 personel lalu lintas telah disiagakan penuh untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan meski terjadi gangguan operasional.

"Alih arus akan diterapkan apabila diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan untuk mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap nyaman dan lancar," ujar Firman dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu, 23 September 2026.

Selain aspek teknis pengaturan jalan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menekankan pentingnya persiapan mental dan logistik bagi pengguna jalan raya. Ia meminta publik merencanakan rute perjalanan jauh-jauh hari, menyesuaikan jam keberangkatan, serta aktif memantau informasi terkini melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya.

Budi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengamanan berlangsung. "Pengaturan ini kami lakukan agar seluruh aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan lancar dan aman," tandasnya, seraya mengingatkan warga untuk selalu menaati arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Untuk memandu pengendara menghindari titik macet, polisi merilis lima skema rekayasa lalu lintas utama. Pertama, arus dari Jalan Sudirman dialihkan melalui Jalan Benhil menuju Jalan Pejompongan hingga Jalan Letjen S. Parman. Kedua, kendaraan dari arah Jalan Gerbang Pemuda diarahkan melewati Jalan Patal Senayan, Jalan Tentara Pelajar, sebelum masuk ke Jalan Letjen S. Parman.

Skema ketiga melibatkan pengalihan dari Jalan Tomang Raya via Jalan Suryopranoto menuju Traffic Light Harmoni dan kawasan Monas. Sementara itu, rute keempat mengarahkan lalu lintas dari Jalan Tendean menembus Jalan HR Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, hingga Tugu Tani dan Monas. Terakhir, arus dari Jatinegara dialihkan lewat Jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani dan Monas. Masyarakat disarankan memilih salah satu opsi ini jika terpaksa melintasi zona merah tersebut.

Analisis Redaksi

Pendekatan situasional yang dipilih Ditlantas menunjukkan pergeseran paradigma manajemen krisis kepolisian dari pola komando ketat menjadi respons adaptif. Dengan mengerahkan 1.550 personel namun menolak memberlakukan penutupan total secara prematur, aparat berupaya menyeimbangkan hak konstitusional warga untuk bersuara dengan hak publik lainnya untuk beraktivitas normal. Ini adalah ujian ketahanan sistem transportasi Jakarta menghadapi tekanan politik mendadak.

Yang perlu diwaspadai adalah efektivitas komunikasi publik terhadap skema pengalihan rute yang kompleks. Tanpa koordinasi digital yang mulus antara aplikasi navigasi pihak ketiga dan data resmi TMC, risiko penumpukan di jalur alternatif justru bisa memicu kekacauan baru. Keberhasilan operasi ini tidak hanya ditentukan oleh kehadiran fisik polisi, tetapi oleh seberapa cepat dan akurat informasi sampai ke tangan pengemudi biasa.

Meow! Tanya Nesi!
😸