Kuningan Targetkan Surplus Beras, Produksi Padi Jeda di 343 Ribu Ton
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan , Jawa Barat, mencatat produksi padi telah mencapai 343.069 ton hingga September 2026.
- Angka ini masih tertinggal dari target akhir tahun sebesar 396.388 ton yang mengacu pada capaian musim tanam 2025.
- Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah , menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki jendela waktu selama tiga bulan ke depan untuk menutup gap produksi sebesar 53.319 ton .
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat produksi padi telah mencapai 343.069 ton hingga September 2026. Angka ini masih tertinggal dari target akhir tahun sebesar 396.388 ton yang mengacu pada capaian musim tanam 2025. Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki jendela waktu selama tiga bulan ke depan untuk menutup gap produksi sebesar 53.319 ton. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat defisit luas tanam saat ini hanya sekitar 2.100 hektare yang belum direalisasikan. "Kalau melihat data, kita masih punya waktu tiga bulan. Kekurangan luas tanam sekitar 2.100 hektare, insyaallah bisa tercapai," ujar Wahyu Hidayah di Kuningan, Minggu.
Realisasi produksi tersebut diperoleh di tengah tantangan cuaca ekstrem, di mana periode kemarau tahun 2026 berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini berdampak langsung pada luasan hektar yang berhasil ditanam dan dipanen. Berdasarkan data resmi Diskatan, hingga Oktober 2026, luas tanam tercatat 62.077 hektare, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 64.185 hektare. Sementara itu, luasan lahan yang berhasil dipanen saat ini sebesar 55.923 hektare, di bawah realisasi akhir musim tanam 2025 yang mencapai 64.188 hektare. Penyimpangan data luas tanam dan panen ini menjadi sinyal bahwa efisiensi pemanfaatan lahan saat ini lebih ketat dibanding tahun lalu.
Dampak Kemarau Panjang dan Keterbatasan SDM Petani
Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa fenomena kemarau panjang telah mengganggu frekuensi penanaman di wilayah-wilayah yang secara historis memiliki akses sumber air memadai untuk tiga kali musim tanam dalam setahun. Akibatnya, sejumlah petani kini hanya mampu melaksanakan sekitar 2,5 kali musim tanam saja. Selain faktor iklim, kendala struktural juga muncul dari keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan). Petani terpaksa menggunakan traktor secara bergantian untuk mengolah lahan, yang secara tidak langsung memperlambat proses persiapan lahan. Di sisi lain, Wahyu mengakui bahwa dinamika demografi tenaga kerja pertanian mulai berkurang, sehingga teknologi mekanisasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga produktivitas. "Kami juga membutuhkan power thresher karena tenaga kerja pertanian sekarang mulai berkurang," tegasnya.
Strategi Percepatan Tanam dan Program Oplah
Untuk mengejar ketertinggalan produksi dan mempertahankan status Kuningan sebagai daerah surplus beras, Diskatan merumuskan strategi percepatan penanaman hingga penghujung 2026. Dukungan utama datang dari program Optimalisasi Lahan (Oplah), di mana kabupaten ini memperoleh alokasi lahan seluas 2.236 hektare pada tahun 2025 dan tambahan 725 hektare pada tahun 2026. Pemanfaatan lahan Oplah ini diharapkan mampu memaksimalkan indeks pertanaman yang sempat terhambat cuaca. Meskipun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan logistik. Diskatan mengusulkan bantuan traktor roda dua yang dinilai lebih adaptif dengan karakteristik lahan pertanian lokal dibandingkan traktor roda empat. "Kami berharap percepatan penanaman pada sisa tahun ini dapat membantu mengejar target produksi sekaligus menjaga posisi Kuningan sebagai salah satu daerah surplus beras," tutup Wahyu. Pada tahun sebelumnya, Kuningan berhasil mencatat surplus beras sebesar 119.933 ton, angka rekor yang kini menjadi tolok ukur bagi keberlangsungan ketahanan pangan daerah di tahun 2026.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Christabel Calista Bidik Podium Pertama Dewasa di Yogyakarta International Challenge 2026

Kemandirian Umat Ditarget Tercapai: Filantropi Rp343 T Jadi Aset Strategis Pemberdayaan

Polres Kepulauan Seribu Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan Pelaku Usaha Bentor dan Kapal di Pulau Untung Jawa
